Harga Telor Ayam di Cianjur Capai Rp26.500, Imbas Pakan Mahal

Telor Ayam Cianjur

CIANJUR – Harga pakan ternak tinggi dan adanya kegiatan afkir atau pemotongan ayam berumur tua diganti dengan ayam baru membuat para peternak telur ayam terpaksa menaikan harga jual.

Salah satunya dirasakan peternak kandang ayam petelur di Desa Padajaya, Kecamatan Cikalong harus rela dengan penurunan omset hingga 10 persen.

Bacaan Lainnya

Selain itu dengan adanya kegiatan afkir. Pihaknya kini hanya dapat memproduksi salah satu dari sembilan bahan pokok hanya 750 kilogram perharinya dibandingkan beberapa bulan ke belakang mencapai satu kwintal.

Penanggung jawab peternak telur ayam tersebut Azmi mengatakan, kondisi harga pakan yang tinggi membuat harga telur ayam menjadi naik.

“Untuk kenaikan jelas dari pakan, biaya operasional kita terus-terusan bertambah,” katanya melalui sambungan telepon, (05/06/2022).

Salah satu imbas dari kenaikan harga lainnya karena adanya kegiatan Afkir yang umum dilakukan sejumlah peternakan.

“Itu merupakan kewenangan dari para peternak. Kalau memang ayam terlalu lama tidak baik juga untuk produksi sehingga berpengaruh terhadap kualitas telur,” ujarnya.

Perkilogramnya harga telur saat ini dibandrol 26.500 yang semula berada dikisaran 20 ribu hingga 22 ribu.

“Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) nya ada di 27.000 untuk jual ke pasar.” paparnya.

Azmi pun tak dapat memprediksi sampai kapan harga telur kembali normal mengingat harga pakan menjadi salah satu faktor penentu untuk menstabilkan harga.

“Kalau melihat dari neraca dan hasil produksi kami belum dapat memprediksi kembali normalnya atau stabilnya harga telur ayam,” ungkapnya.

Azmi pun berharap, pemerintah pusat memperhatikan harga pakan ternak agar tak terjadi kembali kenaikan harga yang lebih tinggi.

“Harga telur ayam juga pernah mengalami kenaikan lebih tinggi hingga 30 ribu perkilogramnya di akhir Desember 2021,” pungkasnya (byu/radarcianjur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan