CIANJUR

Astaga, Siswa SMP Kuasai Dunia Prostitusi

Sepak terjang IF di dunia prostitusi Cianjur tak muncul begitu saja. Ragam penyebab dan motif menjadi pendorong yang kuat IF berani mengorbankan temannya yang masih SD kepada sejumlah laki-laki dewasa.

“Yang paling dominan faktor ekstern-nya. Mungkin IF ingin dapat uang untuk membeli sesuatu misalnya barang berharga handphone dan lain-lain,” ulasnya.

Kendati demikian, lanjutnya, IF tak bisa dijerat dengan hukum. IF yang masih berstatus pelajar SMP dan masuk kategori bawah umur akan lebih mudah bebas melenggang setelah menjadi perantara prostitusi.

“Nah itu dia. Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 12 Tahun 2014, dia (IF) tak bisa dikenakan sanksi,” ungkap Dosen Pembina Mata Kuliah Perbandingan Hukum Pidana Fakultas Hukum Unsur ini.

Ia menjelaskan, melihat dari objeknya, Mawar dan IF masih merupakan pelajar. Untuk itu, peran sekolah dan orangtua dinilai sangat besar. Sebagai contoh, setiap sekolah memiliki guru bimbingan konseling (BK). Fungsi BK adalah untuk menanamkan nilai-nilai penyuluhan melalui bimbingan khususnya untuk siswi saat berada di sekolah.

Tak terkecuali orangtua yang berada di rumah. Anak perempuan yang belum dewasa, memerlukan pengawasan yang relatif ketat.

Loading...

“Jadi jangan tabu. Dengan tanda kutip, wajib memberikan pendidikan atau penyuluhan perilaku penyimpangan seksual kepada anak,” ujarnya, kemarin.

(radar cianjur/yaz)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button