Beras Mahal, Petani Jabar Keluhkan Sulit dapat Pupuk Subsidi

Foto ilustrasi petani sedang memisahkan
petani sedang memisahkan gabah dari pohonnya. (Foto : Dok Radar Sukabumi)

PURWAKARTA — DPP Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) menerima keluhan para petani penggarap di wilayah Jawa Barat yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi meski memiliki kartu tani.

“Jadi banyak keluhan petani, meski mereka kartu tani, ternyata tidak otomatis membuat pupuk bersubsidi mudah diperoleh,” kata Pegiat DPP SKI Solihin Nurodin

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan kalau keluhan petani itu disampaikan saat kegiatan Musyawarah Reboan yang digelar di Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Jadi untuk memanfaatkan pupuk bersubsidi, petani diwajibkan menggunakan kartu tani. Namun petani penggarap yang memiliki kartu tani ternyata susah mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya.

Alasannya, karena mereka hanya petani penggarap, bukan pemilik sawah yang digarap. Sedangkan di daerah tersebut jumlah petani penggarap yang tidak memiliki sawah cukup banyak.

“Saat dicek dan ternyata petani itu bukan pemilik sawah, maka ia tidak bisa mendapatkan benefit (pupuk bersubsidi), meski memiliki kartu tani,” kata dia.

Hal tersebut sangat disayangkan, karena penggunaan kartu tani untuk petani itu merupakan program pemerintah. Kartu tani adalah sebuah kartu yang dirancang khusus oleh pemerintah untuk melakukan alokasi pupuk subsidi kepada kaum petani

Keluhan lain yang mengemuka dalam kegiatan itu, pupuk bersubsidi hanya dapat disalurkan untuk area persawahan, sedangkan wilayah perkebunan tidak mendapatkannya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *