“Waktu musim hujan sebelumnya, sekolah saya liburkan satu minggu, habisnya air Sungai Ciherang tumpah semua ke sekolah, karena kondisi sekolah berdekatan sama Sungai Ciherang, makanya kalau meluap, udah pasti banjir,” terangnya miris.
Dia menilai, bahwa janji-janji yang diterima selama ini dari pihak pemerintah setempat seakan tidak peduli dengan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi. Padahal berkembangnya suatu daerah bisa diukur melalui tingkat pendidikan pada masyarakatnya sendiri.
“Dari awal mula di bangun, sampai sekarang belum pernah ada perbaikan sama sekali, makanya kondisi bangunan sangat memprihatinkan sekali. Saya sangat berharap pengajuan bisa secepatnya direalisasikan, agar siswa yang mau belajar bisa nyaman,” tandas dia.
Dirinya juga berharap, agar pihak terkait bisa segera merenovasi sekolah yang membahayakan murid-muridnya itu. Jika tidak diperbaiki, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa orang-orang yang hendak menuntut ilmu.
(cr37)



