Banjir Besar Bisa Ganggu Psikilogis Anak, Ini Kondisinya

  • Whatsapp
EVAKUASI: Petugas menyelamatkan seorang anak yang rumahnya terendam banjir di kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin (8/2). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

RADARSUKABUMI.com – Sejumlah anak-anak Perumahan Harmony Mas, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur diajak bercanda oleh tim Phsyco Sosial Kementrian Sosial (Kemensos). Namun, ada juga anak yang masih murung dan tidak mau bersosialisasi.

Banjir bersar yang merendam Perumahan Harmony Mas setinggi dua meter, Sabtu (20/2) lalu, tidak hanya merusak bangunan fisik pemukiman warga, tapi juga memberikan tekanan pada mental anak-anak. Kini, setelah banjir usai pemulihan fisik sudah hampir selesai.

Bacaan Lainnya

Namun, untuk pemulihan mental warga khususnya anak-anak belum sepenuhnya tuntas. Terdapat anak yang mengalami trauma hebat usai kejadian ini.

Anak jadi sulit untuk bersosialisasi dan malah menangis ketika diminta berkumpul dengan rekannya yang lain.

“Saya takut kalau ini gak segera ditangani, nantinya bakal berkelanjutan traumanya dan bisa mengganggu masa depan anak saya,” ungkap Ratna Sari Dewi, salah seorang warga, Rabu (3/3).

Tim Phsyco Sosial dari Kemensos kemarin mendatangi anak-anak yang mengalami trauma di Perumahan Harmony, anak-anak dikumpulkan di salah satu posyandu.

Tugas mereka tidak mudah, yakni menghilangkan trauma yang anak-anak alami. Dengan berbagai macam permainan, tim ini menghibur anak-anak.

Salah satu permainan yang diberikan yakni menebak bentuk yang akan dibuat dari balon. Anak-anak merasa senang dan terhibur dengan adanya kegiatan tersebut.

“Ya, kita memberikan hiburan buat mereka biar traumanya hilang,” ujar Tubagus Zainal Arifin, ketua Tim Physco Sosial.

Tim dibantu dengan ibu-ibu posyandu untuk mempersiapkan alat serta mengatur anak-anak.

Selain memberikan permainan, mereka pun mengajak anak-anak bernyanyi.

Setelah berhasil menjawab dan ikut menyanyi akan diberikan hadiah berupa coklat.

Anak-anak pun diminta untuk bercerita perihal kegiatan yang dilakukan saat banjir terjadi. Hal ini dilakukan agar mereka tidak takut dan trauma kembali.

Ada beberapa anak yang bersedia maju ke depan untuk cerita. Antusias dari mereka sangat tinggi.

Terdapat lima anak yang mengalami trauma berat hingga saat ini.

Bagi kelima anak tersebut akan dilakukan pendampingan lanjutan dari pihak Dinas Sosial (Dinsos).

Upaya yang akan dilakukan yakni mendatangkan psikolog.

“Ada yang ngalami trauma berat dan upaya selanjutnya, ya melakukan pendampingan kelanjutan bagi mereka,” ungkap Dani Sonjaya, kepala Seksi Perlindungan Korban Bencana Dinsos.

Akibat dari trauma tersebut yakni mereka menjadi takut bersosialisasi dengan lingkungan.

TKSK Telukjambe Timur akan meminta pekerja sosial dan psikolog ke Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) untuk memberikan pendampingan kelanjutan.

Setelah melakukan koordinasi, maka psikolog akan mendatangi secara langsung ke rumah anak yang memiliki trauma berat.

Kemudian akan ditentukan sistem yang akan dilakukan saat pendampingan lanjutan tersebut. Psikolog akan dibantu oleh pekerja sosial LK3 Dinsos.

“Ya, saya akan ke Dinas Sosial untuk minta pekerja sosial dan psikolog LK3-nya,” pungkas Guruh Hari Soesanto, ketua TKSK Telukjambe Timur.

(RK/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *