Atalia Praratya Diserang Netizen Soal Kasus HW

Screnshoot akun Instagram @ataliapr

BANDUNG Kasus predator seks terhadap siswi sebuah sekolah boarding school terungkap, dengan korban siswi sebanyak 13 orang.

Meski sudah memberikan klarifikasi terkait tudingan menyembunyikan kasus perkosaan Herry Wirawan terhadap 13 santriwati, hujatan netizen terhadap Istri Gubernur Jawa Barat ternyata terus berlanjut. Malah, Atalia Praratya ini kian dihujat dengan kata-kata tak pantas.

Bacaan Lainnya

“Dimana hati nuranimu Atalia Kamil ?? Biadab sekali,” tulis akun @Irina Suharto yang diposting Atalia Praratya melalui akun Instagram @ataliapr.

Atalia yang kerap dipanggil Ibu “Cinta” ini mengaku memposting ulang status netizen tersebut bukan dalam rangka protes atau menempuh jalur hukum terkait pelanggaran UU ITE.

Ibu Cinta malah membalasnya dengan salam sayang sembari menjelasan duduk persoalan sebenarnya.

“Sesungguhnya saya sangat memahami kemarahan netizen terhadap kondisi ini,” tulisnya sembari memberikan beberapa klarifikasi.

Dalam kasus dugaan perkosaan 13 santriwati di Bandung, Polda Jabar, UPTD PPA Jabar, P2TP2A kota kabupaten, kejaksaan tinggi, LPSK, dan lain-lain, semua telah bekerja profesional sejak ditemukannya kasus tersebut.

Penjangkauan pemeriksaan, pendampingan, trauma healing bagi korban dan proses hukum bagi pelaku sudah dilakukan, bahkan saat ini persidangan telah digelar ke 6 kalinya.

Pihaknya-pun menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu penanganan korban.

“Saya tidak menutupi kasus dari media maupun publik. Sebagai Bunda Forum Anak Daerah Jabar, tugas saya memastikan para korban usia anak ini mendapat haknya dan mendapatkan perlindungan terbaik sesuai dengan UU Perlindungan Anak. Fokus pada solusi bukan sensasi,” ujar Atalia.

Meski begitu, Atalia menyayangkan gencarnya pemberitaan di media massa dan media sosial seperti kekhawatirannya selama ini. Karena tiba tiba banyak pihak berusaha mengambil  keuntungan dibalik kasus.

Banyak pihak mencari identitas, mendekati para korban atau orang tuanya untuk menggali cerita mereka, mengusik kembali hidup mereka. Seakan tidak peduli kondisi psikologis para korban dan orangtua mereka.

“Ada 5 korban yang belum sekolah dan 3 korban dikeluarkan dari sekolah karena diketahui telah memiliki anak. Kondisi mereka yang awalnya sudah mulai menerima keadaan, kini kembali cemas dan trauma. Bahkan ada yang ingin keluar dari sekolah dan pindah dari kampung halamannya,” jelas Atalia.

Menurut Atalia, perlindungan bagi korban, termasuk dari pemberitaan, itu lebih penting agar korban lain pada kasus lain, berani melapor.

“Sampai saat ini saya telah berkoordinasi dengan banyak pihak memastikan langkah cepat dan paling aman agar para korban dibawah umur ini mendapatkan hak perlindungan sesuai dengan UU Perlindungan Anak, memastikan masa depannya, pendidikannya serta pengakuan hukum atas bayi yang dilahirkannya,” kata Atalia.

Isteri Gubernur Jabar juga mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun media massa, bersama-sama saling membantu memberikan rasa aman pada korban dengan fokus pada hukuman berat bagi pelaku, sehingga hal biadab seperti ini tidak terjadi lagi.

“ Hatur nuhun, Salam sayang, Atalia,” tulisnya di akun Instagram @ataliapr.

Tanggapan bijak Atalia Praratya mendapat dukungan banyak warganet. Bahkan diantara komentar menganggap postingan tak pantas netizen tersebut hanya ulah buzzer.

(rif/pojoksatu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.