Soal penemuan jejak atau tanda yang muncul selama ini tidak terkonfirmasi merupakan satwa Harimau jawa namun kebanyakan merupakan Macan Tutul jawa. “Terlalu banyak informasi seperti itu. Ketika ada informasi kita langsung cek ternyata macan tutul, gak ada satupun yang cukup kuat, ada misalnya video ternyata duplikasi dari tempat lain. Jadi terlalu banyak bukti yang tidak terbukti. Kecuali yang terakhir ada genetik,” tuturnya.
Terkait temuan genetik tersebut yang berasal dari sehelai bulu di wilayah Desa Cipendeuy, Kabupaten Sukabumi pada 2019 lalu, dirinya meyakini tidak terkonfirmasi sebagai Harimau jawa, meski dilaporkan ada jejak kaki dan cakaran di dekat lokasi itu.
“Sejauh ini temuan-temuan yang dilaporkan tidak terkonfirmasi. Yang genetik itu juga kalau lihat adalah informasi awal dan laporannya tidak dalam bentuk full paper. Kalau baca laporannya itu hasilnya mempertanyakan yaitu ‘apakah Harimau jawa masih ada di alam atau tidak, itu perlu penelusuran lebih lanjut’ artinya tulisan itu sendiri tidak mengkonfirmasi,” tuturnya.(*)






