Featured

Swietenia Puspa Lestari Getol Kampanye Bersih-Bersih Laut

×

Swietenia Puspa Lestari Getol Kampanye Bersih-Bersih Laut

Sebarkan artikel ini
FOTO : ANISATUL/JAWAPOS JADI INSPIRASI: Swietenia Puspa Lestari saat berada di warungnya. Dia merupakan salah satu penggerak yang getol mengkampanyekan bersih-bersih laut baik dari sampah plastik dan sedotan kemasan air minum.

Swietenia memang sangat getol menolak penggunaan sedotan plastik. Dia mengatakan, pemakaian sedotan paling lama hanya sekitar 30 menit. Setelah itu dibuang. Padahal, dampak pada lingkungan sangat fatal. Kegigihannya menekan penggunaan sedotan plastik akhirnya membuahkan hasil. Kini beberapa gerai makanan siap saji di Jabodetabek tak lagi menggunakan sedotan plastik.

Swietenia juga bekerja sama dengan sebuah perusahaan air minum dalam kemasan. Dia sengaja menggandeng perusahaan tersebut karena menganggapnya punya andil pada tumpukan sampah. ”Di Kepulauan Seribu banyak sekali sampah botol air minum kemasan,” ungkapnya.

Bank bjb Tandamata

Untuk saat ini kerja sama baru dilakukan di Pulau Untung Jawa. Namun tahun depan ditargetkan berkembang ke pulau lain. Upaya membuat water refill pernah dilakukan, tapi tak berjalan lama. Sebab, alatnya malah diambil maling.

Karena itu, Swietenia kini memaksimalkan program bank sampah. Botol bekas yang masih memiliki nilai jual diarahkan untuk dibeli kembali oleh perusahaan air minum dalam kemasan. ”Kalau dibeli tengkulak, harganya malah fluktuatif,” ucapnya.

Swietenia mengatakan, sampah di laut Indonesia tidak hanya berasal dari dalam negeri. Dia menceritakan, di laut Bali, sebagian sampah berasal dari negara lain, misalnya Filipina. Karena itu, edukasi melalui workshop juga dilakukan hingga ke kawasan Asia Tenggara. ”Kita butuh sharing juga dengan negara lain,” tuturnya.

Melalui kegiatan ecotrip beranggota 30–100 orang, digelar underwater clean-up dan beach clean-up. Yang ikut underwater clean-up harus memiliki lisensi diving. Swietenia mengatakan, di Pulau Rambut yang tak berpenghuni, tetap saja banyak ditemukan sampah ukuran besar. Ada TV, ranjang, bahkan kulkas dua pintu. Dia menambahkan, kondisi laut menyerupai supermarket barang-barang bekas.