Membakar rambut bukan sesuatu yang baru di dunia “cutting hair”, menurutnya cut fire masih jarang digunakan para jasa tukang cukur rambut pria.
Kalaupun ada, cut fire baru ada di luar negeri. “Awalnya iseng coba saja, bikin sesuatu yang berbeda dan menarik, kebetulan cut fire ini juga masih jarang ada,”ucapnya. Ia mengaku, konsumen yang datang ke tempatnya lebih karena rasa penasaran. “Terus takut tetapi pas dicoba enggak sih biasa saja, malah ada juga yang ketagihan,”ucapnya.
Tingkah Alkatiri ini mendapat perhatian. Lantaran ulahnya dalam menggunakan menyemprot api sebagai alat cukur. Api yang digunakan pun tak kecil. Membuat siapa pun yang melihat merasa ketakutan. Bukan hanya untuk memotong rambut, api juga digunakannya untuk menata rambut pelanggan.
Memang terdengar cukup menegangkan, namun ternyata cut fire ini banyak diminati kawula muda. Mereka tak segan untuk mencukur rambutnya dengan model terbaru, tetapi ada juga yang datang sekadar merapikan rambut saja. “Manfaat semprotan api yang diarahkan langsung ke atas kepala, mampu menghilangkan rambut bercabang dan menghilangkan ketombe,”katanya.
Hanya dengan mengelurkan biaya Rp 30 ribu, pelanggan sudah dapat menikmati sensasi cukur rambut menggunakan semburan api atau cut fire dan pijatan rileksasi dengan hasil yang memuaskan. (*)



