FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melirik Kehidupan Masyarakat CPUGG

×

Melirik Kehidupan Masyarakat CPUGG

Sebarkan artikel ini

Untuk rumah yang dua kamar saja, ditarif Rp500 ribu per hari untuk weak and dan Rp400 ribu untuk weak day. Sedangkan untuk home stay yang difasilitasi AC, dihargakan antara Rp700 ribu sampai Rp1 juta per hari.

“” Dalam sebulan, rata-rata empat hari home stay itu dipakai. Alhamdulillah masyarakat di sana memiliki pendapatan tambahan. Jadi yang TKW itu sekarang tidak mau berangkat lagi,” katanya.

Bank bjb Tandamata

Saat ini, mereka meminta agar pemilik home stay ini dibina untuk ditingkatkan pemahaman berbahasa asing khususnya bahasa Inggris.

Sebab, tak menutup kemungkinan, dengan ditetapkannya sebagai Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG), kawasan ini bakal kerap dikunjungi wisatawan dari manca negara.

“Kalau dikunjungi wisatawan asal Timur Tengah sih tidak khawatir, karena 80 persen pemiliknya bisa berbahasa arab. Mereka kan pernah kerja di Arab Saudi,” imbuh Yudi yang juga Kaur Perencanaan Desa Ciwaru.

Dengan hasil swadaya masyarakat, pihaknya (pengurus (IHC) bakal melakukan study banding ke Desa Wisata Ngelanggerang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogjakarta. Desa Wisata Ngelanggerang itu telah mendapatkan peringkat terbaik home stay di Asia Turism Forum.

“Untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, kita harus mengetahui dulu bagaimana pelayanan dan pengelolaan home stay di sana. Rencananya Mei kita akan study bandingnya,” akunya.

Selain berdampak terhadap perekonomian pemilik rumah, para pemuda juga tak sedikit yang terlibat dalam pelayanan. Diantaranya menjadi guide dan pengelolaan destinasi wisata. (*)