BERITA UTAMA

Dinas Pariwisata Optimistis Ciletuh-Palabuhanratu Kembali Raih Status UNESCO Global Geopark

×

Dinas Pariwisata Optimistis Ciletuh-Palabuhanratu Kembali Raih Status UNESCO Global Geopark

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mendampingi rangkaian kunjungan dua asesor UNESCO yang berlangsung beberapa waktu lalu di kawasan geopark tersebut.

PALABUHANRATU – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengaku optimis dengan status Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) akan kembali dipertahankan dalam proses revalidasi tahun 2025.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, usai mengikuti rangkaian kunjungan dua asesor UNESCO yang berlangsung beberapa waktu lalu di kawasan geopark tersebut.

Bank bjb Tandamata

Sendi menilai, revalidasi ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bagian dari diplomasi kepariwisataan yang sangat penting bagi masa depan pariwisata di kabupaten Sukabumi.

“Ini merupakan bentuk diplomasi kepariwisataan. Geopark Ciletuh adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk difasilitasi. Seluruh kawasan yang direvalidasi memberi kontribusi besar terhadap sektor pariwisata,” ungkapnya.

“Banyak destinasi unggulan di hamparan kawasan Ciletuh yang kami dukung, baik dalam bentuk penyediaan sarana maupun prasarana,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sendi menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata tidak hanya berperan dalam fasilitasi dan dukungan teknis, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai proses persiapan bersama Badan Pengelola CPUGGp, masyarakat, dan unsur pemerintah lainnya.

“Peran semua pihak luar biasa. Kita bersama-sama menunjukkan bahwa meski sedang dalam proses pemulihan pasca bencana, kita tetap mampu menjalani evaluasi ini dengan baik,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai peluang Sukabumi kembali menyandang predikat UNESCO Global Geopark, Sendi menyampaikan keyakinannya. Bahkan, sejak awal kedatangan para asesor, ia sudah merasa optimistis.

“Sejak menjemput mereka di bandara, saya sudah yakin. Proses ini berlangsung di tengah masa recovery bencana, dan itu justru menjadi nilai tambah. Optimisme kami sangat tinggi, bahkan saya katakan 99 persen. Mudah-mudahan hasilnya sesuai harapan,” tegasnya.

Terkait adanya catatan atau rekomendasi dari asesor, Sendi mengatakan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan tim penilai dari UNESCO. “Saya tidak dalam kapasitas untuk mencampuri hasil penilaian mereka. Tapi dari beberapa dokumen yang saya pantau, masih sangat memungkinkan. Kita tunggu saja hasil resminya, mudah-mudahan membawa kabar baik untuk pariwisata Sukabumi,” imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, dua asesor UNESCO yakni Mr. Bojan Rezun dari Slovenia dan Mr. Zhang Chenggong dari Tiongkok telah menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengelola dan melestarikan kawasan geopark. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers penutupan kunjungan yang digelar di Aula Grand Inna Samudera Beach Hotel, Kamis (3/7/2025) malam lalu. (Ndi).