Melihat Upaya Pesantren Melakukan Pemberdayaan Kepada Santrinya

Ahmad Firdaus
Ahmad Firdaus, seorang wirausahawan yang lulus dari pesantren.

Diajarkan Wira Usaha Sejak di ‘Kobong’, Kini Omsetnya Sampai Rp100 Juta

Pesantren atau ‘ngobong’ biasanya identik dengan membedah kitab-kitab, hafalan-hafalan hadist dan lainnya. Makanya tak heran, ‘ngobong’ ini dipandang hanya sebagai ikhtiar memerdalam ilmu agama.

Tapi saat ini, paradigma ini sudah mulai bergeser seiring perkembangan zaman. Banyak pesantren yang juga membuka diri dan melakukan berbagai langkah agar santrinya tidak hanya andal dalam ilmu agama, tapi juga mampu berwira usaha.

Bacaan Lainnya

NURPALAH, Sukabumi

SEPINTAS tak ada yang berbeda di gerai DC Shop & Screenprinting Studio di Jalan Cibarehong, Kelurahan/Kecamatan Surade. Bahkan seperti galeri-galeri pada umumnya, kesan rock n roll begitu kental saat pertama masuk ke ruko yang menjual berbagai macam merchandise mulai dari baju, produk UKM dan lainnya.

Saat seorang pria dengan rambut gongdrong menghampiri tim Radar Sukabumi, tak ada yang menyangka sang pemilik toko ini ternyata keluaran pesantren. Ahmad Firdaus ini adalah alumi dari Pesantren Bentang di Kampung Cibuyur, RT9/7 Kelurahan Surade/Kecamatan Surade.

Kami pun mulai berbincang santai mengenai usaha yang digelutinya sejak 2018 silam. “Sebenarnya awal mula berwirausaha sejak 2017 akhir. Saat itu, saya memulainya dengan modal Rp500 ribu,” kenangnya sambil memperlihatkan baju-baju yang terpampang di gerainya.

Dia bercerita, barang yang pertama dijualnya adalah Bako Jampang. Saat itu, bisnis yang dirintisnya menyasar pasar melalui media online. Tapi seiring perjalanan, produk khas Jampang ini ternyata mulai berkembang. “Baru pada 2018, saya mulai membuka konveksi, menjual kaos khas ‘Teluh Jampang’, beras hitam dan produk UKM pajampangan,” lanjutnya.

Siapa sangka, usaha yang digelutinya ini merupakan arahan dari sang guru saat dirinya masih berada di pesantren. Saat akan lulus, gurunya yang merupakan Ketua Yayasan sekaligus Pemilik Pondok Pesantren Bentang mengenalkan dan mengarahkan dirinya kepada orang-orang yang bergelut di dunia usaha.

“Memang dari saat masih di pesantren, kami diarahkan langsung oleh guru kami. Ada yang diarahkan ke bidang pertanian, wirausaha dan lainnya,” tuturnya.

Kini, usahanya tersebut sudah mampu menyerap tenaga kerja baik itu dari para santri maupun masyarakat pada umumnya. Bahkan tiga kali dalam setahun, baik santri maupun masyarakat diberikan pelatihan mulai dari sablon, menjahit, editing dan lainnya secara geratis.

 DC Shop & Screeprinting Studio
Para karyawan DC Shop & Screeprinting Studio saat sedang menyablon kaus yang didirikan oleh Ahmad Firdaus, seorang wirausahawan yang lulus dari pesantren.

“Santri yang kami berdayakan ini adalah mereka yang sudah lulus SMA. Karena kami dan pesantren pun tidak mau mengganggu proses para santri dalam mempelajari ilmu agama. Tapi memang di Pesantren Bentang ini sejak awal sudah menuampaikan dan mengarahkan para santri sesuai skillnya,” ucap Firdaus.

Saat ini, omset usaha konveksinya mampu menembus angka Rp 60-100 juta per bulan. Belum lagi galeri miliknya yang bisa menghasilkan Rp 20 juta per bulan. Untuk karyawannya pun, kini memiliki pekarja dari santri 10 orang, masyarakat 14 orang dan home industri 20 orang.

“Keuntungannya itu, 70 persen ke pesantren, 20 persen investor, dan 10 persen lagi dana cadangan untuk pengembangan usaha. Tapi yang 70 persen ini, 50 persennya tetap dialokasikan untuk pengembangan usaha. Nah untuk yang 20 persen, memang kebetulan usaha ini ada investor yang berinvestasi,” akunya.

Kini, usahanya tersebut terus berkembang. Bahkan, pemesannya sudah sampai keluar negeri. “Kebetulan di luar negeri ada kenalan TKW yang membentuk komunitas. Nah untuk mereka memesan pembuatan bajunya dari kami.

Tapi memang saat ini untuk pemasarannya masih di lokal. Mudah-mudahan kedepan, usaha ini lebih maju lagi dan bisa menyerap tenaga kerja baik santri maupun masyarakat lebih banyak,” harapnya.(*)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *