Mereka melakukan aksi yang patut dicontoh itu lantaran melihat banyak sampah yang berceceran, meski sudah banyak disiapkan tempat sampah.
Fahri yang masih duduk di Kelas 2 SMP 1 itu menerangkan bahwa aksi ini diikuti oleh 26 orang. Terdiri dari anak-anak yang masih duduk di bangku SMP. Diantaranya berasal dari SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 14 Kota Sukabumi.
Komunitas ini masih baru, berdiri sekitar September 2017 dan jumlah anggota seluruhnya mencapai sekitar 30 orang lebih.
Wartawanpun mencoba berbincang dengan pembina komunitas ini, namanya Debby Pratama Susanto. Ternyata, kegiatan ini punya tujuan mulia. Yaitu supaya masyarakat sadar akan pentingnya buang sampah pada tempatnya. Sehingga Kota Sukabumi terlihat indah setiap waktu.
“Seperti Lapang Merdeka dan alun-alun kami ingin tempat ini terlihat indah selalu tanpa sampah, kalau sekarangkan terlihat bersih saat sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan, setelah itu beberapa jam kemudian kotor lagi, terus seperti itu,”terangnya.
Debby mengajak masyarakat untuk sadar terhadap lingkungan. Peduli dalam memperhatikan dan menjaga lingkungan secara terus menerus.
“Jika saja setiap orang berpikir bahwa kita dengan lingkungan adalah satu, maka mungkin tidak akan seperti ini, sampah berceceran meski sudah ada tempat sampah di sekitarnya,”paparnya.
Padahal menjaga dan melestarikan lingkungan supaya tetap indah dipandang, merupakan kewajiban bersama semua pihak.
Kegiatan ini nantinya akan disusul dengan kegiatan pembagian baju dan buku bekas ke panti asuhan di sekitar Kota Sukabumi.
“Dalam waktu dekat ini kami akan membagikannya,”tutupnya. (*/t)



