Semenjak berdiri pada 2013 hingga Februari 2018 sekarang, nasabah Bank Sammi baru mencapai 1.246 nasabah.
Untuk menyiasati agar Bank Sammi terus berkembang, dilakukanlah targetan tersebut.
“Taget itu sengaja kami lakukan dengan membentuk bank-bank sampah di beberapa titik di Kota Sukabumi,”kata Ketua Bank Sammi, Rezi Andrian kepada Radar Sukabumi, Selasa(13/2).
Sudah ada beberapa bank sampah yang dibentuk seperti di TPS Sukakarya, Limusnunggal, Sriwedari, dan Nanggeleng sebagai cabang dari Bank Sammi.
Jika masyarakat Kota Sukabumi banyak yang menjadi nasabah, maka kemungkinan persoalan kebersihan dapat dikelola dengan baik sesuai harapan.
“Masyarakat ikut jadi nasabah, sampah anorganiknya bisa kita manfaatkan sebagai tabungan masyarakat,”tuturnya.
Adapun manfaat yang lain untuk nasabah yaitu jika nasabah perlu biaya berobat atau modal usaha, bisa meminjam ke Bank Sammi untuk melengkapi kebutuhannya.





