Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kedatangan tiga mahasiswa asing dari Thailand Selatan. Ketiga mahasiswa asing tersebut bernama Fadlee Binya, Masuedee Samae dan Sofron Hayeedoloh. Apa yang mereka lakukan di kampus ini?
WIDI FITRIA, Sukabumi
Ketiga mahasiswa asing ini berasal dari Sekolah Mattayom Sungaipadi, NirandonWitya School dan Attarkiah Islamiah Institute Thailand Selatan.
Kehadiran mereka di UMMI, ternyata untuk menempuh kuliah di kampus yang berada di Jalan R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Tidak tanggung-tanggung, ketiganya memilih kuliah di sini selama empat tahun sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) melalui program Beasiswa Affirmative yang disediakan oleh UMMI.
Kepala Kantor Urusan Internasional UMMI Safrudin mengatakan, pertukaran pelajar asing ini menjadi tahun ketiga yang diselenggarakan oleh kampus melalui tindak lanjut kerjasama dari Kantor Urusan Internasional dan FKIP UMMI dengan sekolah-sekolah di Thailand Selatan.
“Ini yang menjadi ketiga kalinya UMMI menerima mahasiswa asing untuk belajar di sini,”paparnya kepada Radar Sukabumi, Rabu (26/9). Tahun pertama kampus bekerjasama dengan Malaysia. Kedua dengan Malaysia dan Hungaria dan tahun ini dengan Thailand.
Dosen yang sehari-hari mengajar Bahasa Inggris di UMMI itu menjelaskan, perkuliahan mahasiswa asing Thailand di UMMI adalah kali pertama dilaksanakan, namun sebelumnya selama tiga tahun telah dilakukan kegiatan KKN Internasional Mahasiswa UMMI di sekolah-sekolah yang ada di Thailand Selatan.
“Tahun ini, kami menerima lima mahasiswa asing untuk belajar di sini,”paparnya.Adapun kelima mahasiswa Thailand ini dua diantaranya mengambil Prodi Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora (FIAH) dan tiga mahasiswa asing lainnya mengambil Prodi Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Kenapa Bahasa Indonesia? Karena mereka mengaku tertarik belajar Bahasa Indonesia, mereka ingin pintar dan lancar berbahasa Indonesia, ingin mempelajari budaya di Jawa Barat (Jabar) khususnya Sukabumi.”Selain itu juga mereka bercita-cita untuk menjadi guru Bahasa Indonesia selepas mereka menyelesaikan kuliah di Program Studi PBI,” imbuhnya.
Perlu diketahui bahwa di Thailand Selatan bahasa sehari-hari adalah kombinasi bahasa melayu dengan bahasa Thailand, sehingga walaupun baru berada seminggu di Indonesia tetapi komunikasi tidak terlalu sulit.
Sementara itu, Ketua Prodi PBI Deden Ahmad Supendi menyampaikan, dengan adanya mahasiswa asing di program studi PBI menjadi kebanggaan sekaligus tantangan tersendiri bagi dosen-dosen yang mengajar.”Dan diupayakan pembelajaran akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,”tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama Dekan FKIP Sistiana Windyariani berpesan kepada ketiga mahasiswa asing tersebut, agar berkuliah dengan sungguh-sungguh dan dapat lulus tepat waktu.(*)



