Featured

Cerita Mantan Napiter yang Kembali ke NKRI

×

Cerita Mantan Napiter yang Kembali ke NKRI

Sebarkan artikel ini

Yang paling mampu mengubah pemahamannya adalah saat bertemu korban-korban teror. Pernah suatu kali ada acara pertemuan antara mantan pelaku dan korban teror di Hotel Borobudur, Jakarta. ’’Saat itu saya bertemu seorang ibu. Salah satu korban aksi teror,’’ ujarnya.

Ibu itu mengalami cacat seumur hidup. Dia tidak lagi bisa bekerja untuk anak-anaknya. ’’Saya menangis. Saya teringat anak-anak saya. Bagaimana ibu itu bisa menghidupi anaknya,’’ kenangnya.

Bank bjb Tandamata

Ada kejadian lain yang juga membuatnya lebih kukuh untuk menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya, pernyataan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. ’’Kita ini beraneka suku, agama, dan budaya. Disatukan dengan NKRI,’’ ujarnya mengulang pernyataan Suhardi.

Pernyataan tersebut membekas dalam pikirannya. Mustafa menuturkan, sebagai warga negara, tentu sebaiknya dirinya mengikuti. ’’Soal negara ini, biar para ulama dan bapak-bapak itu yang mengurus,’’ katanya.

Dia mengakui, pendekatan BNPT dan Polri terhadap mantan napiter cukup efektif. Salah satunya mempermudah para napiter. Mustafa kini bekerja sebagai driver ojek online. ’’Saya ini pernah ditangkap petugas sekuriti bandara saat menjadi driver ojek online,’’ ungkapnya.

Saat itu, petugas sekuriti bandara meminta SIM dan menahan Mustafa. ’’Saya tanya, apa salahnya mencari penumpang di bandara? Ini negeri Indonesia. Semua warga boleh mencari uang. Saat diminta SIM, saya tolak,’’ tegasnya.