Featured

Alvaro Vincent Wijaya, Siswa SMP Ciputra Peraih Emas Olimpiade Matematika

×

Alvaro Vincent Wijaya, Siswa SMP Ciputra Peraih Emas Olimpiade Matematika

Sebarkan artikel ini

Yang terakhir pada 4 Agustus. Dia memperoleh medali emas di Asia International Mathe matical Olympiad (AIMO) Final Rounddi University of Thai Chamber of Commerce, Bangkok, Thailand. Sekadar diketahui, mendapatkan medali emas di olimpiade matematika berarti telah mencapai level tertentu di bidang matematika.

Saat ini Alvaro mengisi sela-sela waktunya dengan belajar bersama guru privat di rumah. Dia punya dua event kejuaraan matematika yang akan dihadapi. Yakni, Final Round di Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) di Hongkong pada 1 September 2018 dan 5th IGO (5Th Iranian Geometry Olympiad) di ITB pada 6 September.

Bank bjb Tandamata

Minat Alvaro terhadap matematika terlihat sejak kecil, tetapi baru disadari Rosa, ibunya, dua tahun lalu. Ketika itu dia mengira anaknya hanya pandai matematika. Padahal, nilai matematikanya selalu bagus dan beberapa kali menang dalam lomba ma tematika. ’’Lho, kok dapat medali ya? Padahal, saya tahu persiap annya sangat kurang,’’ tutur Rosa. Sejak itu Rosa

mendorong minat Alvaro. Remaja kelahiran 14 Desember 2006 tersebut mulai turun gelanggang perlombaan pada 2015.Tepatnya ketika masih duduk di kelas IV SD. Sebagaimana pelajar lainnya, Alvaro merasa gugup dan takut, bahkan sempatmenangis, saat pertama ikut kompetisi. ’’Ya nangis,’’ ucap Alvaro saat ditemui di depan kelasnya.

Dia lantas tertawa mengenang peristiwa itu. Namun, dia kemudian ingat dengan sesuatu yang diajarkan orang tuanya sejak berumur tujuh tahun: meditasi samatha bhavana. Salah satu meditasi yang metodenya memusatkan pemikiran pada satu objek. Dia kemudian mencobanya. Cara tersebut berhasil membuatnya lebih tenang dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan.

Dalam perlombaan matematika berikutnya, Alvaro baru bisa menenangkan diri dan meningkatkan daya konsentrasinya. Karena sudah menguasai metode tersebut, dia bisa melakukan meditasi samatha bhavana di mana saja dan kapan saja. Sebelum meraih emas di Bangkok pada 4 Agustus, remaja berkaca mata itu menyempatkan diri bermeditasi selama tiga menit.