Toksikologi Tubuh Lina Dibawa Tim Autopsi Polda Jabar ke Puslabfor

Kebersamaan Rizky Febian bersama ibunda Lina dan ayahnya Sule, serta adika-adiknya. (Instagram Rizky Febian)

BANDUNG – Tim Forensik Polda Jabar telah memeriksa jenazah Lina Zubaedah, mantan istri komedian Sule. Toksikologi tubuh almarhum sudah dibawa ke Puslabfor.

Dr Robert Tanjung menjelaskan, bahwa saat ini masih diteliliti hasil autopsinya.

Bacaan Lainnya

“Jadi kita dari rumah sakit Bhayangkara Sartika Asih Biddokes Polda Jabar sudah melakukan pemeriksaan autopsi luar maupun dalam,” jelas Dokter Robert Tanjung dari Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Sabtu (11/1).

“Namun kita belum dapat menyimpulkan karena masih ada pemeriksaan toksikologi ke Puslabfor dulu itu memerlukan waktu satu sampai dua Minggu,” katanya.

Dijelaskan Robert, toksikologi merupakan racun yang berada dalam tubuh. Sampel tersebut telah diambil untuk diperiksa kepolisian, guna mengetahui penyebab kematian.

“Toksikologi memang prosedur dalam hal melakukan autopsi, semuanya kita ambil baik kita lihat dulu dari fisik luar dan dalam kemudian kita ambil sampel untuk kita periksa ke laboratorium di Puslabfor,” katanya.

Untuk hasil dari pemeriksaan tersebut, tim forensik membutuhkan waktu kurang lebih satu hingga dua Minggu untuk hasilnya.

Sementara itu, Tedy suami dari almarhum Lina mengaku siap kooperatif terkait pemanggilan oleh polisi, perihal pemeriksaan dalam kejanggalan meninggalnya Lina.

Dirinya menjelaskan, bahwa dengan menjelaskan ke polisi, bisa menjelaskan ke publik tentang meninggalnya Lina.

“Pemeriksaannya kan bukan hari ini saja tapi mungkin nanti dilanjut lagi karena hari ini juga masih pertanyaan masih banyak yang diajukan perihal dari obat yang dikonsumsi,” jelasnya.

“Belum kesehariannya gimana, terus dari pola makannya gimana. Itu baru beberapa pertanyaan yang masih simpel. Belum yang lainnya lagi,” jelasnya, Sabtu (11/).

Tedy juga mengakui, kemarin sudah diperiksa handphonenya oleh tim IT Polisi.

“Saya ikuti, biar proses cepet beres. Jadi nanti ditambah lagi mungkin gak tau besok atau lusa ada pemeriksaan lagi. Nanti dihubungi lagi buat diminta keterangan lagi,” jelasnya.

Kemarin Tedy mengaku diberi pertanyaan sebanyak 15 atau 16 pertanyaan.

“Kemarin dari sudah salat Jumat sampai malam diperiksa. Kemarin pemeriksaan cukup karena posisinya bentar lagi kan mau nyiapin buat tahlilan tujuh hari,” paparnya.

Diakuinya bahwa pemeriksaan oleh polisi tidak terburu-buru.

“Enggak, kita kan masih banyak kalau dikejar sekarang gak kekejar juga. Jadi memang harus benar-benar sayanya juga fresh dan dari pihak kepolisian juga memaklumi kalau ini hari ketujuh,” jelasnya.

Jikalau hari ini dilakukan pemeriksaan lagi, Tedy siap kooperatif.

“Kalau hari-hari besok, hari kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh agak nyantai mungkin besok bisa dipercepat semua pertanyaannya biar gak simpang siur nanti kabar berita yang nanti dikemukakan ke masyarakat,” terangnya.

Tedy mengakui jika pasca meninggalnya Lina, dirinya mengaku proses hidup yang melelahkan.

“Ya cukup melelahkan sebenarnya tapi kita harus kooperatif ya, karena biar gak jadi teka-teki lagi ke masyarakat, biar almarhumah bunda Lina-nya juga tenang di alam sana. Jadi kita harus benar-benar ekstra sabar dan tabah,” ujarnya.(arf/pojokjabar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.