EKONOMI

THR Cair, Jangan Digunakan untuk 5 Hal Ini

Ketiga, uang muka pembelian barang konsumtif.
THR sebaiknya dipergunakan untuk mengurangi utang. Baik untuk melunasi utang kartu kredit, ataupun pelunasan sebagian utang-utang lain yang masih menjadi cicilan.

Jangan mempergunakan THR untuk menambah utang baru, misalnya dipakai sebagai DP (down payment) cicilan kendaraan bermotor yang dibeli hanya untuk momen lebaran. Apalagi jika sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja sudah pas-pasan.

Keempat, membeli gaya hidup demi gengsi.
Tidak ada keharusan untuk membeli baju baru, membawa oleh-oleh, dan memberikan angpau berlebihan. Semua sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan. THR yang diterima sebaiknya diutamakan untuk membayar zakat terlebih dahulu dan melunasi utang kartu kredit sehingga Anda bisa menjalani Lebaran tanpa utang.

Lalu alokasi dana darurat dan investasi, baru selebihnya bisa digunakan untuk gaya hidup. Pahami apa pengeluaran yang sifatnya wajib, butuh, dan ingin.
Kelima, mengalokasikan seluruh THR untuk investasi atau bisnis.

Keberadaan THR memang untuk membantu pengeluaran ekstra yang terjadi selama bulan puasa dan lebaran. Adanya THR berarti Anda juga memiliki kewajiban untuk memberikan THR kepada orang-orang yang bekerja untuk Anda.

Oleh sebab itu, hak ini harus diberikan terlebih dahulu. Hindari memakai seluruh THR yang diterima untuk kepentingan investasi dan bisnis bilamana harus mengorbankan pengeluaran yang lebih wajib.

 

(ce1/mys/JPC)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button