Hal tersebut berisiko tinggi terhadap pembobolan akun meskipun sudah menggunakan verifikasi login dua langkah. Biasanya para pelaku kejahatan siber seperti itu akan menggunakan akun Gmail yang sudah tak aktif untuk kemudian berkamuflase di dunia maya.
Jika hal itu terjadi, maka yang akan menjadi korban kerugian adalah pemilik akun Gmail yang asli. Untuk mengurangi risiko kerugian pada pemilik akun Gmail, mau tidak mau Google harus menghapus akun Gmail secara otomatis jika terindikasi tak aktif selama minimal dua tahun.”Untuk mengurangi risiko ini, kami memperbarui kebijakan ketidakaktifan untuk Akun Google menjadi 2 tahun,” tambah Google.
Pihak Google juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengaktifkan akun Gmail pribadi setidaknya tiga kali dalam dua tahun. Google akan memberi peringatan dalam enam bulan sebelum akun Gmail akan dihapus secara otomatis.(*)






