Sadar Pajak Sejak Dini, KPP Pratama Sukabumi Gelar Pajak Bertutur

Kepala KPP Pratama Sukabumi, Sutan Andi Gunawan Srg menjelaskan tentang pentingnya pajak bagi pembangunan di depan ratusan pelajar.

SUKABUMI – Sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan Pekan Inklusi Perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan kegiatan Pajak Bertutur yang  dilakukan secara serentak pada Jumat (22/11) oleh instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sukabumi turut serta dalam kegiatan ini, dengan menugaskan para pegawainya untuk memberikan edukasi perpajakan kepada para pelajar di beberapa sekolah di Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diharapkan mampu membangun generasi bangsa yang sadar pajak sedari dini ini, dilakukan di tiga jenjang pendidikan yang berbeda, yaitu SD, SMP, dan SMA.

Kepada Radar Sukabumi,
Kepala KPP Pratama Sukabumi, Sutan Andi Gunawan Srg mengatakan, generasi saat ini harus dipersiapkan untuk menjadi generasi bangsa yang memiliki kesadaran pajak yang tinggi karena pajak berperan sangat penting bagi pembangunan negara.

Untuk itu, lanjut pria ramah ini, edukasi pajak harus dilakukan sedini mungkin. Sehingga para pelajar memahami apa itu pajak, dan bagaimana manfaatnya dalam memajukan Indonesia.

“Paling tidak dari kegiatan Pajak Bertutur ini para pelajar menjadi paham apa itu pajak,” tutur Kepala KPP Pratama Sukabumi, Sutan Andi Gunawan Srg usai membuka kegiatan Pajak Bertutur 2019 di SMPK-SMAK BPK Penabur Sukabumi, Jumat (22/11).

Sehubungan dengan Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2019, Pajak Bertutur tahun ini mengusung tema “Guru, Baktimu Tiada Tara”.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kepada para guru maupun pengajar lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan generasi penerus bangsa, tidak lepas dari jerih payah para pahlawan tanpa tanda jasa yang senantiasa membagikan ilmu mereka kepada para pelajar.

Materi mengenai perpajakan yang dilakukan KPP Pratama Sukabumi ini dikemas semenarik mungkin, sesuai dengan umur para pelajar. Materi pengenalan pajak pun disampaikan dengan metode yang ringan, dan menyenangkan oleh Raisha Nurul Ichsanti duet dengan salah satu Fungsional Pemeriksa Pajak, Syefurrahman Ja’far dalam penyampaian Pajak Bertutur di depan 72 pelajar SD Islam Al-Azhar 7 Sukabumi.
Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Sukabumi, Tubagus Rizvi Shavawy pun tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Sedangkan untuk ke 158 pelajar SMPK BPK Penabur Sukabumi dan 114 pelajar SMAK BPK Penabur Sukabumi, materi disampaikan oleh salah satu Account Representative, yaitu Agung Trihartanto.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan KP2KP Pelabuhan Ratu yang di pimpin oleh Dedi Rustandi selaku Kepala KP2KP Pelabuhan Ratu dan tim di SMAN 1 Pelabuhanratu yang diikuti 130 pelajar, dan di
SMK Doa Bangsa dengan 150 pelajar. KP2KP Pelabuhan Ratu merupakan bagian instansi vertikal dari KPP Pratama Sukabumi.
Upaya penanaman kesadaran pajak ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang, agar kelak di masa depan mereka dapat berkontribusi bagi keadilan dan kesejahteraan Indonesia melalui pajak.

“Membangun generasi sadar pajak saat ini sama dengan membangun Indonesia lebih baik di masa depan, karena Pajak Kuat Indonesia Maju. (TLT),” ungkap Sutan.

Pantauan Radar Sukabumi, Pajak Bertutur yang dilaksanakan KPP Pratama Sukabumi tersebut disambut baik para pelajar dan kepala sekolah. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Apalagi dengan adanya games seru dan doorprize yang disiapkan panitia.

Seperti yang dikatakan Hotri Agustina Wulan Sari Manihuruk.
Pelajar yang kini duduk di bangku kelas 2 SMPK BPK Penabur Sukabumi itu mengaku sangat senang dan mulai memahami pentingnya pajak sejak adanya Pajak Bertutur ini.

“Menjadi warga negara yang baik dengan taat membayar pajak adalah cara kita untuk menjadi berguna bagi pembangunan, karena 80% sumber penerimaan negara berasal dari uang pajak serta cara kita untuk menjadi pahlawan di masa kini,” kata Hotri.

Senada juga dikatakan Kepala SMPK BPK Penabur Sukabumi, Meline Kusuma Mahardika. Ia bangga lantaran sekolahnya terpilih untuk kegiatan Pajak Bertutur ini.

“Terimakasih banyak KPP Pratama Sukabumi telah mempercayai kami dalam penyelenggaraan Pajak Bertutur di tahun ini,” ucapnya.

Meline yang didampingi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMPK BPK Penabur, Novita Lilly V menjelaskan bahwa semakin dini pelajar dikenalkan akan pajak, itu semakin bagus. Apalagi sekarang ini, banyak generasi milenial yang sudah menjadi entrepreneur maupun selebgram dengan menggunakan canggihnya teknologi melalui media sosial. Sehingga mereka mendapatkan pedapatan dari situ.

“Nah Pajak Bertutur ini saya nilai sebagai investasi jangka panjang, memang ini terlalu dini namun ini fungsi dari Pajak Bertutur. Para pelajar sekarang semakin paham, dan nanti ketika mereka sudah SMA, melanjutkan kuliah dan atau bekerja ilmu ini sangat bermanfaat karena dengan begitu mereka akan sadar sendiri arti penting dari membayar pajak ini. Apalagi semua infrastruktur yang kita nikmati tanpa mereka sadari itu hasil dari pembayaran pajak. Mereka nanti tidak usah disuruh-suruh lagi untuk bayar pajak, tapi mereka sadar dan membayar pajak dengan sendirinya,” tandasnya. (*/sri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.