Ia juga menyinggung adanya pihak yang kerap meneriakkan nasionalisme, tetapi dinilai tidak berpihak kepada masyarakat ketika memegang kekuasaan. “Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI, tapi begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” tandasnya.
Untuk diketahui, nilai tukar Rupiah sempat anjlok ke level terendah sepanjang sejarah di Rp17.614 per Dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5), sebelum kembali ke level Rp17.596 per Dolar AS pada sore harinya.(*)






