OTOMOTIF

Kesan Pertama Kendarai Jeep KW BAIC BJ40 Plus

×

Kesan Pertama Kendarai Jeep KW BAIC BJ40 Plus

Sebarkan artikel ini
Jeep BAIC BJ40 Plus
Tampang depan BAIC BJ40 Plus yang mirip Jeep Compass, tapi sisanya mirip Jeep Rubicon. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Printilan sampai aksesori juga mirip Jeep Rubicon banget.

Bank bjb Tandamata

Kalau pada bagian depan mirip Jeep Compass, sisanya sampai ke bagian belakang mirip Jeep Rubicon banget. Hal ini dipertegas dengan aksesori dan printilan BAIC BJ40 Plus yang semuanya dibuat mirip dan khas Jeep.

Misalnya, area engsel pintu. Area tersebut, layaknya mobil yang memang biasa buat off-road, engselnya dibuat berada di area luar pintu. Tentunya hal ini punya tujuan, ada juga pada Toyota Land Cruiser versi lawas bahkan sampai seri FJ beberapa tahun lalu pun masih membawa konsep engsel di bagian luar pintu.

Fender samping juga demikian. Dibuat keluar yang menjadi semakin kental nuansa Jeep. Spakbornya keluar, mengakomodir kebutuhan offset ban yang memang menonjol keluar, kemudian ada juga foto step di area side skirt kendaraan ini.

Di belakang juga ada konde atau ban serepnya. Pintu dan kaca belakangnya juga dibuat mudah untuk diakses secara dua langkah, pintu ke area samping, kaca dibuka ke atas.

Plus, ada juga area towing hook di bagian depan dan belakang yang semuanya juga makin membuat mobil ini mirip Jeep Rubicon banget. Area ini memang suka-sukaan, ada yang suka, ada yang tidak. Bebas saja.

Performanya bagaimana? Kami tidak atau belum mencoba mobil ini untuk off-road. Tapi, secara keseluruhan, mobil ini enak juga.

Di Indonesia, mobil tersebut hadir dengan satu pilihan mesin yaitu mesin bensin 4 silinder, 16 valve, 2.000 cc DOHC dengan Turbocharger, dipadukan dengan transmisi 8-Percepatan lansiran pabrik transmisi ternama dari Jerman yaitu ZF Friedrichshafen.
Sistem penggerak pun sudah menggunakan

Electronic Transfer Case dengan Center Differential Lock dari Borg-Wagner, yang sangat mumpuni untuk menerabas medan berat. BAIC BJ-40 Plus dengan penggerak empat-roda ini, menghasilkan tenaga maksimum 221 Hp dengan torsi maksimal 380 Nm, yang dirasa cukup mumpuni untuk kondisi jalan dan alam di Indonesia.

Pengalamannya asik juga. Jadi makin penasaran, apakah mobil Tiongkok ini bisa meraih pangsa pasar yang baik di market Indonesia? Kita tunggu saja. (jpg)