KULINER

Demam Korea Mulai Melanda Warga Sukabumi

×

Demam Korea Mulai Melanda Warga Sukabumi

Sebarkan artikel ini
FOTO: Muhammad Arfan Septiawan for RADAR SUKABUMI BIKIN NGILER: Dua orang pelanggan makanan khas korea saat menikmati sajian disalah satu restoran di Kota Sukabumi.

Pada Bulan Maret 2018, Makanan Korea sempat menuai polemik karena mie instan buatan Korea teridentifikasi tidak halal. Sempat khawatir pelanggan akan berlari ke kafe lain, nyatanya isu tidak sedap yang menerpan makanan Korea tidak memengaruhi pendapatan kafe ini.

Tidak tanggung-tanggung, Hongdae bisa meraup untung hingga Rp.50 Juta per bulan. Meski akhir-akhir alami penurunan omzet, Tatan menyatakan kafenya tidak pernah kosong melongpong. “Sekarang lagi menurun sih, terutama di weekdays, tapi tidak kosong banget. Kita di akhir pekan tetep ramai,” Jelas Tatan.

Bank bjb Tandamata

Muawwid, pengunjung Hongdae kafe menyatakan dirinya awam dalam hal masakan Korea, rasa makanannya pun tergolong baru di lidahnya. Awid yang tidak mengikuti budaya Korea bercerita Semua menu yang disajikan juga belum familiar. Meski belum familiar, cita rasa makanan Korea terbilang sukses menggoyang lidahnya.

“Enak sih, tadi saya kesana baru pertama kali juga. Saya kan engga ngikutin korea tuh jadi belum tahu makanannya seperti apa, tapi lumayan enak. Hmm tapi lidah saya lebih cocok makanan sunda sepertinya,” Terang Muawwid. (*)

FOTO: Muhammad Arfan Septiawan for RADAR SUKABUMI BIKIN NGILER: Dua orang pelanggan makanan khas korea saat menikmati sajian disalah satu restoran di Kota Sukabumi.