“Tidak kalah penting, selama liburan, selalu catat, uang sudah dikeluarkan digunakan untuk apa saja. Ini perlu dilakukan agar bisa dilakukan evaluasi agar di momen libur berikutnya bisa lebih disiplin, minimalkan pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting,” tegas Anita.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan, ketika budget liburan sudah melebihi, ketika masuk kantor selalu bawa bekal dari rumah dan hindari membeli makanan di luar karena dari sisi harga biasanya lebih mahal. Dengan begitu, isi dompet seusai liburan tidak terlalu kering dan bisa memulihkan lagi dana yang sudah terpakai melebihi pos anggaran dengan lebih cepat. Berhemat tentu saja langkah tepat.
Cara lain, ketika sudah kembali bekerja, bisa saja diterapkan cara transportasi sehar-hari diubah. Misal, kalau biasanya naik ojek lebih cepat dengan biaya Rp 30.000 sekali perjalanan, diganti dulu naik angkutan umum yang hanya Rp 4.000 sekali jalan. Ini bisa diterapkan asal bisa mengatur waktu perjalanan ke kantor.
Tetapkan juga anggaran baru untuk 2-3 bulan mendatang, hingga kondisi keuangan bisa kembali stabil. Salah satu cara yang terampuh yakni dengan fokus ke kebutuhan dasar dan memotong pengeluaran gaya hidup. Cara lain, cermati situs situs atau website yang menawarkan promo-promo atau diskon sehingga bisa lebih hemat.
Seusai liburan, simpan kartu kredit di rumah dan hanya gunakan uang tunai sehingga lebih sadar berapa jumlah uang yang dikeluarkan.
“Karena biasanya usai liburan dana menipis, tak ada salahnya, mulai dicek lagi, mana barang-barang di rumah yang sekiranya sudah tidak terpakai, untuk kemudian dijual. Selain lebih bermanfaat, juga bisa mengurangi penumpukan barang-barang tak terpakai. Apalagi sekarang menjual barang-barang seken juga semakin mudah, sekalian mencoba nalar berbisnis,” katanya.



