Harga Emas Mulai Redup, Pertanda Ekonomi Mulai Pulih

RADARSUKABUMI.com – Harga logam mulia emas kembali melemah seiring dengan tanda-tanda pemulihan ekonomi ketika lebih banyak negara melonggarkan pembatasan. Selain itu, ketegangan antara Tiongkok-AS dan depresiasi dolar membatasi kerugian.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.738,12 per ounce pada pukul 08.10 WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat naik 0,2 persen menjadi USD 1.753,70 per ounce.

Bacaan Lainnya

Sebagai informasi, aktivitas manufaktur di Amerika Serikat naik sedikit dari level tersebar selama 11 tahun. Hal itu sebagai tanda bahwa kemerosotan ekonomi terburuk dari pandemi Covid-19 kemungkinan sudah berakhir.

Kemudian, aktivitas pabrik di Tiongkok secara tak terduga kembali ke jalur pertumbuhan pada Mei karena pelonggaran pembatasan. Meski peningkatannya relatif kecil karena pesanan ekspor terus menyusut berdasar sebuah survei.

Di samping itu, Presiden Donald Trump berjanji akan mengakhiri kerusuhan di sejumlah kota besar dan menegaskan akan mengerahkan militer jika gubernur negara bagian menolak untuk memanggil Garda Nasional.

Seperti diketahui, aksi protes dimulai terkait kematian George Floyd, warga Afrika-Amerika berusia 46 tahun, yang meninggal saat dilakukan penangkapan oleh polisi. Kerumunan yang penuh sesak itu memicu kekhawatiran kebangkitan Covid-19, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 100.000 lebih orang Amerika.

Adapun logam mulia lainnya seperti palladium naik 0,2 persen menjadi USD 1.964,87 per ounce, dan platinum menguat 0,3 persen menjadi USD 850,19 per ounce. Sedangkan perak turun 0,5 persen menjadi USD 18,17 per ounce. (jpg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *