”Untuk pertalite masih dievaluasi, apakah mau sekalian dinaikkan atau tidak masih dihitung. Semoga pekan ini,” ujar Djoko.
Djoko memerinci, kenaikan harga BBM nonsubsidi dari tiga badan usaha tersebut paling rendah untuk oktan 90 atau setara pertalite dengan kenaikan Rp 100 per liter.
Adapun kenaikan BBM beroktan 92 bisa mencapai Rp 200 atau Rp 600 per liter bergantung lokasinya.
”Yang di Kalimantan itu yang paling tinggi kenaikannya karena transportasinya kan jauh. Setiap jarak beda, harga juga beda,” jelas Djoko.
(vir/c17/fal)





