3. Tekanan Darah Naik
Efek makan mi instan setiap hari juga berkaitan erat dengan masalah tekanan darah yang diakibatkan oleh kandungan natrium tinggi di dalamnya. Menurut jurnal Nutrients (2017), makanan ultra proses ini menyumbang sekitar 80 persen asupan garam harian.
Ini belum termasuk asupan garam dari makanan lain, sehingga dapat membuat berisiko mengonsumsi garam melebihi batas yang dianjurkan, yaitu sekitar 1 sendok teh per hari. Bayangkan saja bagaimana akibat makan mie instan tersebut setiap hari. Padahal, asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah yang mengarah pada penyakit kardiovaskular.
4. Menimbulkan Masalah Pencernaan
Mungkin sudah sering mendengar bahwa mie instan dicerna lebih lama daripada makanan. Mi instan bahkan membutuhkan waktu 1 – 2 hari agar bisa tercerna dengan sempurna. Akibat dimakan setiap hari, mie instan akan menumpuk karena semakin sulit dicerna. Memperberat kerja sistem pencernaan dan lebih berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius seperti sembelit hingga usus bocor.
Selain itu, proses mencerna mi instan yang cukup lama ini juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi lainnya pada tubuh. Alhasil, tak hanya bisa mengalami masalah pencernaan, tapi juga bisa terkena masalah malnutrisi.
5. Memicu Sindrom Metabolik
Mengkonsumsi mie instan setiap hari juga dapat menyebabkan sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah beberapa kondisi gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.
Ada penelitian yang menyebutkan konsumsi mi instan setidaknya 2 kali seminggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik sebesar 68 persen. Ini artinya, akan jauh lebih berisiko mengalami gangguan metabolisme lebih besar bila mengkonsumsi mi setiap hari.
Dikutip dari laman rspp, mi instan mengandung kalori tinggi dan konsentrasi olahan yang tinggi karbohidrat, lemak, dan natrium. Mi instan berkontribusi dengan peningkatan risiko penyakit metabolic.
Dr. Frank B. Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard, merekomendasikan untuk konsumsi mi instan satu sampai dua kali dalam sebulan. Sebaiknya mi instan dikonsumsi dengan menambahkan sayur dan protein hewani.(*)




