Faktanya, bahan kimia ini bersifat karsinogenik, yaitu dapat menimbulkan kanker pada seseorang dan beberapa gangguan lainnya, misalnya diare, asma, bahkan perasaan cemas. Mengonsumsi terlalu sering, segala gangguan tersebut berisiko terjadi lebih tinggi.
Meski begitu, ada juga mitos yang menyatakan jika menambahkan sayuran ke mi instan yang disajikan dapat meningkatkan nilai gizinya. Namun faktanya, makanan-makanan yang menyehatkan layaknya sayur dan buah tidak dapat melawan efek negatif yang dihasilkan oleh makanan tidak sehat ini.
Berikut ini pembahasan untuk mengetahui lebih jauh terkait dampak buruk yang dapat dihasilkan.
1. Kekurangan Nutrisi
Mi instan sebenarnya mengandung karbohidrat tinggi, tapi kandungan serat, protein, vitamin, dan mineral di dalamnya tergolong sangat minim.
Makan mi instan setiap hari mungkin bisa membuat kenyang. Namun, secara tak langsung jadi kekurangan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh karena kandungan zat gizi makro dan mikro tidak seimbang. Padahal, tubuh memerlukan zat gizi makro lain, seperti protein dan lemak sehat sebagai sumber energi dan pembentukan massa otot. Sementara zat gizi mikro diperlukan dalam jumlah sedikit untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, perkembangan otak, dan memastikan fungsi organ bekerja dengan baik.
2. Memicu Pertambahan Berat Badan
Sebagai makanan tidak sehat, mi instan memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi karena kandungan karbohidrat dan natrium yang lebih dominan. Menurut riset dalam American Journal Of Lifestyle Medicine (2018), sebanyak 71 persen masyarakat Amerika mengalami obesitas yang diakibatkan oleh konsumsi makanan olahan dan ultraproses.
Bahkan, riset tersebut juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan olahan dan cepat saji lebih berisiko menyebabkan kematian daripada merokok. Selain itu, mi instan tinggi akan kandungan lemak jenuh yang memberikan rasa enak dan bikin ketagihan. Namun, kandungan lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak inilah berkontribusi besar pada kenaikan berat badan.




