Namun pada kasus berat yang ukuran kistanya lebih dari 6 centimeter penanganan yang dilakukan ialah operasi konservatif.
“Pada wanita di usia produktif ini sangat krusial, namun jika sangat terpaksa kita angkat dengan seminimal mungkin tanpa mengangkat indung telur secara keseluruhan. Di Mayapada Hospital Bogor BMC ada laparaskopi. Kita buang jaringan rusaknya kemudian indung telur dan rahimnya dikembalikan ke posisi awal,” jelas dr. Daud.
Meski demikian ia mengatakan tidak semua berakhir pada kemandulan. Potensi memiliki anak masih ada jika dapat ditangani dengan baik dan terkontrol. Program hamil yang dapat dilakukan di antaranya minum pil, inseminasi, dan bayi tabung. (cr1/adv)





