Dari model bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan fee based income bagi BJB, memperluas segmen pasar sesuai captive market BJB yang potensial khususnya masyarakat yang akan melakukan haji dan umrah serta Pilgrim, dapat manambah daya saing produk Debit Card BJB yang pada akhirnya hal tersebut akan membawa BJB untuk dapat memberikan pelayanan terbaiknya bagi nasabah.
Sebagai informasi, bank berkode emiten BJBR ini berhasil membuka tahun 2018 dengan membukukan total aset sebesar Rp 110,8 triliun atau tumbuh 13% year on year (y-o-y). Di mana total laba bersih mencapai Rp 454 miliar yang didorong dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 13,2% y-o-y dengan total kredit yang disalurkan Bank BJB sebesar Rp 71 triliun dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 54,3% y-o-y dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 87 triliun atau tumbuh 11,3% y-o-y. Awal bulan Mei 2018, pihaknya berhasil meraih penghargaan sebagai TOP BUMD, TOP BPD dan TOP CEO BUMD yang diraih oleh Direktur Utama BJB Ahmad Irfan. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi tertinggi yang diberikan kepada BUMD di Indonesia yang dinilai berhasil dalam peningkatan kinerja keuangan dan bisnisnya.
(*/sri)





