Aplikasi Ngojeg Berikan Warna Baru Mode Transportasi di Sukabumi

Aplikasi Ngojek Sukabumi
PELUNCURAN: CEO Ngojek Sukabumi, Rangga saat melauncing aplikasi Ngojeg di Kedai Coffee 35 Jalan Suryakencana nomor 101, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. IST

SUKABUMI— Ngojeg, sebuah aplikasi keluaran terbaru bakal menjadi salah satu alternatif mode transportasi online di Sukabumi. Sebuah aplikasi milik putera daerah Jawa Barat ini akan membantu melayani warga untuk bepergian dan antar barang. Tidak hanya itu, pada aplikasi Ngojeg tersebut, penguna maupun mitra atau driver bakal diberikan kemudahan dan bonus saat menggunakannya.

CEO Ngojek Sukabumi aplikasi Ngojeg memberikan layanan transportasi online, pengiriman barang, pesan antar makanan, dan belanja kebutuhan sehari-hari. Namun kata Rangga, aplikasi Ngojeg ini mempunyai beberapa kelebihan baik untuk pengemudi maupun konsumen. Misalnya untuk pengemudi atau driver yakni dua pertama tidak ada potongan dan ongkosnya kompetitif.

Bacaan Lainnya

Selain itu kata Rangga, ada promo buat konsumen terutama bagi pelajar dan ibu-ibu yang ke pasar dan ini menjadi pembeda. Selanjutnya setiap bulam buat mitra ada atribut, aksesoris voucer atau hadiah uang tunai.

Rangga menuturkan, dalam satu tahun sekali pengemudi terbaik akan diberikan hadiah liburan ke Yogyakarta dan Bali. Selain itu untuk konsume top order paling tinggi dalam setahun langsung ke Yogyakarta dan Bali dengan diberikan akomodasi, hotel, dan uang saku. “Harapannya Ngojeg jadi transportasi online yang pelayananng diutamakan. Saat ini mitra yang terdaftar sebanyak 100 orang,” ujar Rangga disela-sela peluncuran aplikasi tersebut di Kedai Coffee 35 Jalan Suryakencana nomor 101, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

Intinya lanjut Rangga, aplikasi ini karya putra daerah dan mempunyai kualitas nasional. ” Aplikasi sama tapi dibuat hasil putra Jabar dan sudah sepantasnya support,” ungkap dia.

Sementara itu, Founder Ngojeg Andri menambahkan, keberadaan Ngojeg ini sudah ada di Cianjur Tasikmalaya, Purwakarta, dan kini Sukabumi. Di mana pembuatan aplikasi ini memanfaatkan sumber daya manusia orang sunda dan Jabar. (why/radar sukabumi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan