Roket China itu kemudian jatuh ke bumi pada Minggu (31/7). Serpihan roket jatuh di Laut Sulu Filipina. Sementara itu, badan antariksa Malaysia mengatakan bahwa mereka mendeteksi puing-puing roket China terbakar saat masuk kembali ke Bumi, lalu jatuh di Laut Sulu yang berlokasi di timur laut Pulau Kalimantan.
“Puing-puing roket terbakar saat memasuki wilayah udara Bumi dan pergerakan puing-puing yang terbakar juga melintasi wilayah udara Malaysia, serta dapat dideteksi di beberapa daerah termasuk wilayah udara sekitar negara bagian Sarawak,” katanya dikutip dari kantor berita AFP.
Warga Malaysia bernama Nazri Sulaiman, merekam objek di langit yang diduga Roket China Long March 5B. Objek itu meluncur di langit Kuching ke Sarawak Malaysia. Rekaman video ini kemudian dikomentari oleh Jonathan McDowell, astrophysicist dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.
Ia menyebut serpihan roket China itu bisa saja jatuh di Sibu, Bintulu, ataupun Brunei, dan tiga kota yang berlokasi di Kalimanan bagian Utara. (one/pojoksatu)






