Kantor kejaksaan mengatakan, video tersebut baru diumumkan pada November 2017 setelah keluarga korban menuntut adanya kelalaian dari pusat rehabilitasi.
Selain itu, mereka juga gagal menelepon pihak rumah sakit ketika tahu Dempsey mengalami nyeri di dada.
Mereka didakwa melakukan pengabaian terhadap orangtua dan menyembunyikan kematiannya. Sebab mereka sempat berpura-pura membantu Dempsey memompa pernafasan setelah kematiannya.
Ketika diwawancara, Nuckles tidak mengeluarkan komentar apapun. Pengacaranya tidak mengizinkannya untuk mengatakan apapun kepada media. Begitu pula dengan Turman atau Agyeman.
Perusahaan yang mengelola panti jompo juga tidak mengomentari apapun.
(iml/JPC)



