DUNIAMusic & Movie

Melihat Proses Syuting Film Ant-Mand and The Wasp di Pinewood Atlanta Studios, AS

×

Melihat Proses Syuting Film Ant-Mand and The Wasp di Pinewood Atlanta Studios, AS

Sebarkan artikel ini

Syuting hari itu adalah yang ke-39 dari total 78 hari pengambilan gambar. Setnya laboratorium Hank Pym. Pemain yang melakoni jadwal syuting hari itu adalah Paul Rudd (Ant-Man), Evangeline Lilly (The Wasp), Hannah John-Kamen (Ghost), dan Laurence Fishburne (Dr Bill Foster).

Executive Producer Stephen Broussard adalah narasumber pertama yang dibawa ke press room. Lalu Shepherd Frankel, production designer. Baru enam menit kami ngobrol dengan Frankel, tiba-tiba pintu diketuk. Wajah Carol nongol dari balik pintu. “Guys, sorry, aku harus memotong wawancara ini karena Paul Rudd sudah available sekarang. Aku akan bawa dia ke sini untuk wawancara karena setelah ini dia harus syuting lagi,” katanya.

Bank bjb Tandamata

Frankel pun mengalah. Tak berapa lama, Paul Rudd, sang pemeran utama, datang. Dia masih mengenakan kostum Ant-Man, tapi tanpa helm. Itu membuat kami semua excited. Saking excited-nya, salah satu di antara kami mengarahkan kamera ponselnya kepada Rudd.

Begitu sadar, dia lantas setengah berteriak. “Hei, turunkan (kamera) itu,” pinta dia. Tim publisis lalu kembali mengingatkan bahwa kami dilarang memotret atau merekam gambar dalam bentuk apa pun di sana. Rudd terlihat sedikit lelah. Dia dan pemain lain memang sedang melakoni jadwal syuting yang ketat. Tapi, dia sangat ramah dan tidak menjaga jarak dengan kami. “Apa kostumnya nyaman?” tanya kami. “Ya, tentu saja. Kalian mau menyentuh (kostum, Red)-nya? Silakan,” katanya, lalu berjalan mendekat ke arah kami.

Saya dan beberapa jurnalis yang berdiri di dekatnya lantas menyentuh kostum di bagian tangan dan lengan. Hanya untuk merasakan seperti apa sih kostumnya, bahan apa yang dipakai, apa betulan nyaman dipakai. Jadi, menyentuhnya pun masih agak-agak sungkan. Takut Rudd merasa tidak nyaman. Jurnalis lain yang duduk di belakang pun memilih hanya melihat.

“Ayo, siapa lagi yang mau memegangku?” kata dia. Ucapan itu seolah-olah meruntuhkan dinding kesungkanan. Akhirnya, kami semua mengerumuninya. Kami memegang-megang kostumnya dengan lebih leluasa. Juga, ehem, saya pun memegang kostum di bagian dadanya. Kapan lagi bisa ketemu Paul Rudd dan menyentuhnya? Ya, kan? I would say that it was the best part of the interview!