Pada Rabu (7/7), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow dalam beberapa kali kesempatan telah menawarkan vaksin kepada Pyongyang.
Lee menambahkan bahwa otoritas Korut khawatir dengan vaksin AstraZeneca setelah adanya laporan kasus pembekuan darah serius –namun langka– yang dialami sejumlah penerimanya.
Walaupun Korut mengizinkan diplomatnya di luar negeri menerima vaksin COVID-19 mulai akhir Maret, pemerintah negara itu tidak berupaya mengamankan vaksin untuk penggunaan di dalam negeri, kata INSS.






