Ciliwung Harus Tiru Cheonggyecheon

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – SEOUL – Sungai Cheonggyecheon di jantung kota Seoul dipastikan bakal menjadi inspirasi lingkungan bagi  Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi sungai yang menjadi salah satu ikon Kota Seoul itu kemarin (11/9). dia yakin kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta, bisa melakukan hal yang sama.

Dalam kunjungannya, Presiden dan ibu negara Iriana Jokowi ditemani Wali Kota Seoul Park Woon-Soon. Hadir pula para peserta Korea-Indonesia (KIND) Meet Up. Rombongan menyusuri plaza Cheonggyecheon hingga ke tepi sungai. Tampak sungai dangkal itu mengalirkan air yang begitu jernih. Di beberapa titik, sisi sungai ditumbuhi tanaman dan rerumputan.

Bacaan Lainnya

Menurut Presiden, yang paling diharapkan bisa meniru revitalisasi sungai Cheonggyecheon adalah kali ciliwung yang membelah Jakarta. ’’Tahun 2003 sungainya (Cheonggyecheon) juga sama (kondisinya seperti Ciliwung),’’ terangnya. namun, dalam waktu 2 tahun 3 bulan, Wali Kota Seoul saat itu, Lee Myung-bak, menyulapnya hingga bersih.

Saat ini, sungai Cheonggyecheon menjadi salah satu destinasi wisata andalan kota Seoul. ’’Ini sebuah tontonan yang b sia menjadi tuntunan untuk digarap di Jakarta,’’ lanjutnya. sebagai catatan, lanjut Jokowi, Lee akhirnya terpilih menjadi Presiden Korsel periode 2008-2013. Karena itu, dia akan meminta resep membangun kawasan Cheonggyecheon untuk bisa diterapkan di Jakarta.

Permintaan itu disambut baik oleh Park. Dia menuturkan, Jakarta dan Seoul adalah sister city. ’’Apapun yang bapak perlukan, kami siap (membantu),’’ ujarnya. Apalagi, Jokowi sudah emnjadi warga kehormatan kota Seoul sejak 2017 lalu.

Sementara itu, jelang sore kemarin Presiden tiba di Hanoi, Vietnam, usai perjalanan selama empat jam. Ada dua agenda kunjngan Presiden ke Hanoi. Selain kunjungan kenegaraan, Presiden juga akan menghadiri World Economic Forum (WEF) on ASEAN yang bakal berlangsung hari ini. Jelang malam kemarin, Presiden Jokwi disambut dengan upacara kenegaraan oleh Presiden Vietnam Tran Dai Quang.

 

(byu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *