Sementara itu, ada sedikit perbaikan dari sektor perdagangan dengan menurunnya defisit hingga US$ 20 miliar menjadi US$ 87,1 miliar pada April. Tapi angka tersebut masih tergolong tinggi menurut standar historis.
“Kita perlu melihat guncangan masa depan pada siklus bisnis. Perkiraan saya adalah ekonomi akan melambat untuk kembali ke tingkat pertumbuhan tren jangka panjang 1,8%,” tutur Joseph Brusuelas, kepala ekonom di perusahaan konsultan RSM, dilansir Disway.id dari CNBC International, Rabu 8 Juni 2022.
Sebelumnya, April lalu, Deutsche Bank memperingatkan Amerika Serikat akan mengalami resesi.(*)






