Wisatawan Jakarta Selatan Tewas Terseret Ombak Cisolok Sukabumi

Balawista Kabupaten Sukabumi mengevakuasi korban pantau Cisolok Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Kecelakaan laut (laka laut) kembali terjadi di pesisir Pantai Selatan Sukabumi, tepatnya di Pantai Karanghawu Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kali ini satu orang wisatawan asal Jakarta Selatan dikabarkan meninggal dunia (MD) akibat terseret ganasnya ombak pantai.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kecelakaam laut itu terjadi pada Minggu (09/01/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban MD diketahui bernama Abdul Mutalib Renuat (52) warga Jalan H. Rohimin RT 017/ 003, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kemitraan dan Kerjasama
pada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Rizky Faizal mengatakan, kecelakaan laut itu berawal saat korban bersama keluarganya sedang asyik berenang di pesisir pantai Karanghawu Cisolok. Namun tiba – tiba ombak pantai yang cukup besar menyeret korban ke tengah laut.

“Awalnya korban MD mandi di laut tiba-tiba ombak yang cukup besar datang dan menyeret korban ke tengah. Kemudian anaknya bernama Fadel Zam-Zami, yang melihat ayahnya terseret ombak berupaya menyelamatkan korban, namun keduanya malah ikut terseret ombak,” ujar Rizky kepada Radar Sukabumi.

Dijelaskan Rizky, petugas Balawista atau lifeguard dengan sigap menolong kedua orang korban yang terseret arus ombak Karanghawu dan membawanya ke tepian pantai. “Keduanya dapat diselamatkan, meski yang satu (korban MD) sempat kritis dan dibawa ke Puskesmas terdekat serta dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis. Tindak lanjut nya korban langsung dibawa kerumah duka oleh pihak keluarga menggunakan kendaraan ambulans Puskesmas Cisolok,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, anggota Balawista Kabupaten Sukabumi, terus disiagakan di setiap titik pos pantau mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Termasuk memberi imbauan kepada wisatawan agar tidak berenang di lokasi yang sudah diberikan tanda bendera merah agar tidak berenang di lokasi tersebut.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada wisatawan maupun pelaku usaha agar tetap menerapkan prokes (protokol kesehatan) dan tetap waspada saat berenang di pantai,” tandas Rizky.(ris/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.