Namun, untuk puncaknya pihaknya juga tidak dapat memprakirakan, lantaran hal itu bervariasi antarwilayah dan waktu. “Kalau puncaknya belum dapat dipastikan, karena itu bervariasi antarwilayah dan waktu. Selain itu, gangguan skala waktu pendek bisa berulang di masa mendatang dalam periode musim hujan atau saat monsun asia masih aktif,” ujarnya.
Pihaknya mengingatkan khususnya masyarakat Jawa Barat untuk tetap waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar terkait cuaca ekstrem yang terjadi. “Kami mengimbau agar tetap waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan atau sekitarnya.
Misalnya jika ada pohon yang sudah rapuh agar dirapikan, aliran air atau drainase jangan sampai ada sampah atau yang menghalangi aliran air jika terjadi hujan. Jadi, langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana hidrometrodologi, serta tetap memperhatikan update cuaca dari BMKG,” pungkasnya. (mcr19/jpnn)






