Warga Sukabumi Harus Sabar, Duit Rp2,4 Juta Itu Masih Beku

  • Whatsapp
Kerumunan yang terjadi di salah satu bank penyaluran BPUM

CICANTAYAN – Para pemohon program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) gelombang kedua di Kabupaten Sukabumi tentunya sudah tidak bersabar lagi menanti kabar pencairan. Namun hingga berita ini diturunkan, dana hibah untuk pelaku UMKM masih beku. Kendati demikian, dinas memprediksi BPUM cair mulai Desember ini.

Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian Koperasi Perdagagan dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi Nandang menyebutkan, walaupun pihaknya tidak begitu tahu secara pasti kapan tepatnya dana sebesar Rp 2,4 juta akan cair, namun diperkirakan akan ditransfer ke rekening penerima pada Desember hingga Januari 2021.

Bacaan Lainnya

“Yang eksekusi itu kan pemerintah pusat, jadi daerah hanya mengusulkan saja. Bisa jadi pencairan gelombang kedua ini antara Desember hingga Januari tahun depan,” terangnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (1/12).

Adapun berkaitan dengan adanya Surat Keterangan Usaha (SKU) palsu, Nandang cukup sulit untuk mendeteksinya karena jumlah pendaftar mencapai ratusan ribu. Hanya saja, Nandang pun meminta agar pemerintah desa tidak sembarangan mengeluarkan SKU.

“Cukup sulit ya menditeksinya, karena memang jumlahnya banyak. Selain itu, SKU dibutuhkan karena sebagai salah satu syarat pengajuan program itu,” ujarnya.

Adapun perkembangan terakhir, pihaknya telah mengusulkan sekitar 210 ribu pendaftar BPUM ke pemerintah pusat. Jumlah itu, jika dibandingkan dengan gelombang pertama meningkat sekitar 100 persen lebih.

“Pendaftar BPUM Gelombang kedua ini jumlahnya meningkat drastis, mencapai 100 persen lebih,” sebutnya.

Nandang meminta kepada para pendaftaragar dapat bersabar, karena pemerintah daerah sebagai salah pengusul BPUM hanya tidak bisa memutuskan pencairan program tersebut.

“Eksekusinya atau keputusannya ada di pemerintahan pusat dalma hal ini Kementrian Koperasi. Bersabar saja, nanti akan ada kabar dari bank penyalur kalau misalkan berhasil,” tutupnya..

Sementara itu, Amin salah satu pendaftar BPUM mengaku sudah tidak sabar menunggu kabar pengajuannya. Namun begitu, berhasil atau tidaknya dirinya akan menerima dengan sepenuh hati.

“Ya, dibilang gak sabar iya. Karena tentunya program itu amat membantu, tapi kan itu tergantung pemerintah pusat,” tandas pemilik usaha gorengan asal Kecamatan Cisaat ini. (upi/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *