“Setiba di lokasi, jasad korban sudah dikerumuni oleh warga setempat. Selain itu, petugas gabungan dari pihak kepolisian juga saya melihat tengah melakukan olah TKP dan memasang garis police line serta memeriksa sejumlah saksi,” jelasnya.
Setelah itu, ujar Mahmud, pemerintah Desa Bojongsawah langsung melakukan koordinasi dengan pihak Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) dan mendatangi keluarga korban. Berdasarkan kemauan pihak keluarganya, akhirnya jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaran.
“Pihak keluarga telah menolak jasad korban untuk dilakukan otopsi. Mereka telah merelakan kejadian tersebut, sebagai musibah. Untuk itu, setiba di rumah duka, jasad korban langsung di kebumikan oleh pihak keluarganya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka,” pungkasnya. (den/d)






