Wagub Uu : Jalan Rusak di Cikembar Sukabumi Diperbaiki Februari

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum
DITINJAU: Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat meninjau lokasi jalan rusak di Jalan Pelabuhan II, tepatnya di Kampung Cilangkap, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar pada Kamis (05/01).(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, akhirnya turun gunung untuk meninjau lokasi jalan rusak sepanjang ruas Jalan Raya Pelabuhan II, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang sempat diprotes aksi unjuk rasa oleh warga Desa Bojongraharja dan Desa Cikembar.

Mantan Bupati Tasik dua periode itu tak butuh waktu lama dan langsung turun meninjau lokasi jalan yang dikeluhkan warga tersebut. Karena, bukan saja rawan kecelakaan, tapi jalan berlobang itu juga rawan penyakit akibat debu tebal jika tak ada hujan.

Bacaan Lainnya

“Sebagai pemimpin, tentu saya tak boleh membiarkan apapun yang menjadi keluh kesah rakyat. Termasuk jalan rusak di kampung Cilangkap, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar. Kebetulan ini kan jalan propinsi. Karena itu, saya harus tahu dan turun langsung agar keluh kesah warga ini tak berlarut-larut,” kata Uu Ruzhanul Ulum kepada Radar Sukabumi usai berdialog bersama masyarakat dan meninjau lokasi jalan rusak di Jalan Pelabuhan II, tepatnya di Kampung Cilangkap, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar pada Kamis (05/01).

Bukan hanya itu, Uu juga memastikan akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Sukabumi, termasuk dengan sejumlah perusahaan yang memiliki kendaraan besar. Seperti truk yang kerap l melawati jalan tersebut yang diduga ikut menjadi faktor kerusakan jalan. Salah satunya, PT GSI Cikembar.

“Sesuai ketentuan yang berlaku, bahwa pada setiap perusahaan besar itu ada tanggungjawab sosial yang harus dikeluarkan untuk kepentingan umum. Disamping sudah tentu juga akan menjadi bagian tanggungjawab pemerintah, khususnya Provinsi Jabar. Insya Allah segera akan kita atasi,” tandasnya.

perbaikan infrastruktur jalan provinsi yang ada di wilayah tersebut, akan dilakukan pada Februari mendatang. Proyek tersebut masuk dalam program Jamu (Jalan Mulus) dengan panjang sekitar 3,34 kilometer.

“Jadi jangan ada anggapan kami tidak peduli dengan jalan yang ada di Sukabumi karena memang bertahap dan sesuai kemampuan kami. Tahun ini kami berikan perhatian yang luar biasa ke wilyah Sukabumi ini,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku, bahwa pemeliharaan jalan yang rusak ini sebetulnya sudah bekerjasama dengan perusahaan yang ada di daerah. Akan tetapi, program tersebut sempat terkendala karena pandemi COVID-19. “Awalnya jalan tersebut MoU Pemprov dengan beberapa perusahaan yang ada di sini, karena mereka pun sama-sama ingin menikmati. Tetapi karena kemarin covid sementara jalan dipakai terus, pemeliharaannya terhenti maka rusak seperti ini,” timpalnya.

Pos terkait