Usai Kecelakaan Kerja, PT BBM Sukabumi Disidak Petugas, Sempat Dilarang masuk

DISIDAK : Petugas gabungan saat menunggu perwakilan perusahaan untuk melakukan sidak ke PT BBM, tepatnya di Kampung Ciembe, RT 005/RW, 013 Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/06) siang.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
DISIDAK : Petugas gabungan saat menunggu perwakilan perusahaan untuk melakukan sidak ke PT BBM, tepatnya di Kampung Ciembe, RT 005/RW, 013 Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/06) siang.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan Usman (21) seorang pekerja di PT Batu Bukit Mustika (BBM) tepatnya di Kampung Ciembe, RT 005/RW, 013 Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia, telah menyita perhatian semua kalangan.

Kali ini, petugas gabungan dari UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Kabid HI Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, BPJS Ketenagakerjaan didampingi Camat Jampangtengah dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas Desa Padabeunghar, melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan batu kapur tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantuan Radar Sukabumi di lokasi, sekira pukul 10.54 WIB, petugas gabungan telah tiba di lokasi perusahaan PT BBM yang berada di Kampung Ciembe, RT 005/RW, 013 Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Setiba di gerbang perusahaan, Camat Jampangtengah didampingi Babinsa langsung menghampiri seorang petugas security yang tengah berjaga di gerbang perusahaan. Namun, ironisnya saat petugas gabungan hendak memasuki kawasan pabrik, pihak pengelola dan jajaran managament perusahaan tidak ada di lokasi.

Bahkan, salah seorang security yang tengah berjaga di lokasi pabrik, sempat melarang petugas untuk memasuki lokasi pabrik dan menyatakan kepada Camat Jampangtengah, bahwa ia bertugas di pabrik untuk menjaga keamanan dan agar tidak ada orang yang masuk ke lokasi pabrik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *