Usai Diterjang Gempa Cianjur, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

SUKABUMI — Pasca terjadinya gempa 5,6 magnitudo yang berpusat di Cianjur, membuat pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup. Kabar penutupan tersebut tertuang dalam surat yang dikeluarkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Dalam surat edaran tersebut, aktivitas pendakian mulai 22 November hingga batas waktu yang belum ditentukan ditutup. Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi yang dikutif dari akun resmi BBTNGGP, Keputusan penutupan Gunung gede Pangrango tertuang dalam Surat Edaran Nomor: SE/2/BBTNGGP/Tek.2/11/2022 tentang Penutupan Sementara Pendakian.
Penutupan ini juga dilakukan lantaran hingga Selasa (22/11/2022), BMKG menyatakan ada 127 gempa bumi susulan, sejak gempa utama Senin kemarin hingga Selasa sekira pukul 07.30 WIB. Gempa susulan ini memiliki magnitudo terbesar 4.2 dan terkecil 1.2.

Bacaan Lainnya

“Bagi para calon pendaki yang sudah melakukan pembayaran melalui proses booking online pada Selasa, 22 November 2022 dan seterusnya, demi keamanan dan keselamatan pengunjung, maka diminta untuk menjadwal ulang (reschedule) waktu pendakiannya,” tulis edaran yang diunggah di akun Instagram resmi BBTNGGP.

Dalam surat edaran yang sama, penutupan sementara juga berlaku bagi aktivitas wisata air terjun Cibeureum Cibodas di kawasan TNGGP. Sebelumnya, BMKG menyebut gempa pada Senin kemarin diduga merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Cimandiri.

Episenter gempa tektonik itu terletak pada koordinat 6,86 LS-107,01 BT atau tepatnya berlokasi di darat Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi yang berbatasan dengan kabupaten Cianjur dengan kedalaman 11 kilometer.(hnd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *