Update Supir Maut Kecelakaan Cibeureum, Rem Tak Berpungsi Dibantah Dishub, Polisi : Elizabeth Masuk Rumah Sakit

Satlantas Polres Sukabumi Kota bersama Dishub Kota Sukabumi saat melakukan ramp check kendaraan minibus Xpander yang sudah terparkir di Halaman Kantor Unit Laka Lantas
RAMP CHECK: Satlantas Polres Sukabumi Kota bersama Dishub Kota Sukabumi saat melakukan ramp check kendaraan minibus Xpander yang sudah terparkir di Halaman Kantor Unit Laka Lantas, belum lama ini.(foto : BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Penyidikan kasus terhadap supir maut yang terlibat kecelakaan di Kelurahan Cibeureum hilir, Kota Sukabumi yang merenggut nyawa tiga orang terus berlanjut. Kali ini, Satlantas Polres Sukabumi Kota menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi dan Agen Tunggal Pemilik Merek (ATPM) Mitsubishi, melakukan ramp check kendaraan minibus Xpander yang sebelumnya kecelakaan terjadi diduga akibat rem kendaraan tidak berpungsi dengan baik.

Namun, hal itu terbantahkan setelah tim ahli melakukan pengecekan sistem rem kendaraan yang berfungsi dengan baik.

Bacaan Lainnya

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat mengatakan, ramp check dilaksanakan untuk memenuhi kelengkapan berkas dan sebagai bukti penyebab kecelakaan. Ramp check saat ini, difokuskan pada sistem pengereman kendaraan minubus Xpander.

“Untuk hasil awal cukup baik. Rem berfungsi dengan baik. Hanya ada satu sensor yang diduga bermasalah. Namun itu, harus dibuktikan Agen Tunggal Pemilik Merek (ATPM) Mitsubishi. Hanya ahli yang bisa membuktikan apakah sensor itu bermasalah atau tidak,” kata Jajat kepada wartawan, Minggu (25/9).

Jajat menjelaskan, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi akan melakukan ramp check tahap kedua setelah ada pemeriksaan dari pihak Mitsubishi berupa fungsi mesin kendaraan minibus tersebut.

“Sehingga nanti ada data pembanding apakah betul dari sistem pengereman atau memang ada hal lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin mengatakan, perempuan lanjut usia (Lansia) Elizabeth Hoo (71) yang mengendarai minibus Xpander maut itu belum diamankan karena masih dalam perawatan medis. Elizabeth Hoo mengalami sesak napas dan sakit di dada kiri. Saat ini, Elizabet Hoo dirawat di RS Kartika Kota Sukabumi.

“Saat ini masih proses penyelidikan, hingga kemudian ada beberapa yang masih dalam pemeriksaan terkait kendaraan, termasuk dugaan pelaku, pengemudi kendaraan. Kami juga akan memeriksa yang bersangkutan,” cetusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *