Update Penemuan Tengkorak di Cikembar, Polisi Ungkap Fakta Baru

OLAH TKP : Petugas Polres Sukabumi, saat olah TKP penemuan tengkorak di Kampung Cioray, Kedusunan Cioray, RT (03/02), Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
OLAH TKP : Petugas Polres Sukabumi, saat olah TKP penemuan tengkorak di Kampung Cioray, Kedusunan Cioray, RT (03/02), Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMIPenemuan tengkorak dan kerangka manusia di Kampung Cioray, Kedusunan Cioray, RT (03/02), Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, telah menyita perhatian semua kalangan.

Saat ini, Polres Sukabumi tengah melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian jasad manusia yang ditemukan sudah menjadi tengkorak dan kerangka lainnya tersebut.

Bacaan Lainnya

Kasi Humas Polres Sukabumi, IPTU Aah Saepul Rahman kepada Radar Sukabumi mengatakan, pasca mendapatkan laporan soal penemuan tengkorak dan tulang belulang ini, tim Polres Sukabumi langsung bergegas ke lokasi kejadian.

Selain mengevakuasi tengkorak dan kerangka lainnya, petugas juga telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi.

“Iya, kemarin juga tengkorak dan kerangka lainnya sudah kami bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” kata Aah kepada Radar Sukabumi pada Selasa (25/06).

Untuk memastikan penemuan tengkorak dan kerangka lainya, terindikasi korban pembunuhan atau bukannya, ia belum bisa menjawab secara gamblang. Sebab, perkaranya masih dilakukan penyelidikan.

“Masih kami dalami. Tentunya melakukan penyelidikan terhadap temuan tersebut. Jadi, untuk penyebab kematian berikut identitasnya belum kita ketahui yah,” paparnya.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, diduga tengkorak dan kerangka tulang tersebut, merupakan berjenis kelamin perempuan dan masih berusia muda. “Diduga seorang wanita, perkiraan umur antara 20 sampai 30 tahunan,” ujarnya.

Untuk mengungkap identitas penemuan tengkorak tersebut, pihaknya mengaku sudah menginformasikan kepada warga sekitar. Namun hingga saat ini belum ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya. “Ciri pakaian yang diguanakan memakai celana traning warna pink, baju putih bergaris biru,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemun tengkorak kepala dan kerangka jasad manusia di sebuah kebun belakang Perumahan Nadira, tepatnya di Kampung Cioray, Kedusunan Cioray, RT 03/RW 02, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Desa Bojongraharja, Taufik Hidayat kepada Radar Sukabumi mengatakan, tengkorak dan kerangka manusia ini, kali pertama ditemukan warga bernama Anwar saat tengah menacari rumput di wilayah tersebut pada Minggu (23/06) sore.

“Kalau sama warga-nya ditemukan tengkorak itu, kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB, sama Pak Anwar yang ngarit rumput. Tapi, laporan ke warga yang lain nya tadi pagi, mungkin faktor kaget Pak Anwar itu,” kata Taufik kepada Radar Sukabumi pada Senin (24/06).

Tidak lama setelah itu, pada Senin (24/06) pagi, pemerintah Desa Bojongraharja telah mendapatkan laporan penemuan tengkorak tersebut dari Kepala Dusu Cioray.

Setelah itu, ia langsung melaporkan penemuan tengkorak manusia tersebut ke Mapolsek Cikembar.

“Tidak lama kemudian, saya bersama Pak Kanit dari Polsek Cikembar langaung bergegas ke lokasi. Tadi juga kami dan dari anggota Polsek meluncur ke lokasi langsung mendokumentasikannya,” bebernya.

Saat ia bersama sejumlah anggota Kepolisian tiba di lokasi, diduga tersebut merupakan tengkorak manusia berjenis kelamin perempuan. Sebab, saat ia dilokasi penemuan tengkorak tersebut, ia melihat celana trening olahraga berwarna pink, pakaian dalam perempuan dan bra.

“Iya, itu kayanya tengkorak manusia dengan jenis kelamin perempuan. Tapi, lebih jelasnya nanti dari pihak Polres langsung yah, karena proses evakuasi juga langsung dilakukan Polres Sukabumi,” tukasnya.

Setelah penemuan tengkorak tersebut, pemerintah Desa Bojongraharja langsung menginstruksikan seluruh kepala desun yang ada di wilayah desa tersebut, untuk kembali menginformasikan kepada pemerintah desa, jika ada keluarganya yang kehilangan.

“Tapi, sampai sekarang untuk warga Desa Bojongraharja, Alhamdulillah tidak ada warga yang kehilangan ataupun yang merasa anaknya hilang,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *