SUKABUMI– Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK di Sukabumi berjalan lancar. Kendati tidak semua sekolah memiliki lab komputer, namun secara keseluruhan pelaksanaan ujian berbasis komputer ketigakalinya ini berjalan mulus.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, sebanyak 14766 siswa SMK Kota/Kabupaten Sukabumi mengikuti UNBK. Diantaranya, SMK yang ada di Kota Sukabumi sebanyak 32 sekolah dengan jumlah siswa 3445 dan 147 sekolah dengan jumlah siswa 11212 SMK di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Seksi Pelayanan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Burdah menjelaskan, hasil laporan dari setiap sekolah, pelaksanaan UNBK di Kota/Kabupaten Sukabumi berjalan lancar. “Secara keseluruhan berjalan dengan baik, seluruh siswa terlihat fokus pada UNBK tahun ketiga ini,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (2/3).
Pada shif kedua, lanjut Asep, terjadi sedikit kendala masalah tegangan listrik yang kurang stabil di Kabupaten Sukabumi. Namun, masalah tersebut bisa diatasi secara cepat oleh petugas PLN.
“Ada laporan sedikit kendala masalah listrik, wajar saja karena hari tadi semua sekolah di Indonesia menggunakannya. Tapi tidak lama dan bisa kembali berjalan hingga usai,” tambahnya.
Dirinya menyadari, keberadaan fasilitas penunjang UNBK di Sukabumi belum sepenuhnya dimiliki oleh setiap SMK, khususnya SMK swsata. Namun, pihaknya melakukan pemetaan segingga seluruh sekolah bisa melaksanakan UNBK.
“Memang, khususnya SMK swasata di Kabupaten Sukabumi belum sepenuhnya mempunyai lab komputer. Tapi, kami siasati menggunakan fasilitas lain. Intinya, semua SMK bisa melaksanakan UNBK karena keterbatasan yang ada tidak dijadikan alasan,” terangnya.
Ia menambahkan, dari pantauannya selama ini, pelaksanaan UNBK kali ini sudah cukup baik, terutama untuk fasilitas dari masing-masing sekolah sudah memadai. “Untuk Kota Sukabumi mayoritas sekolah sudah banyak yang mandiri. Kalaupun ada yang digabung, itu fasilitasnya masih kurang ataupun muridnya masih sedikit sehingga digabung. Tetapi sampai sejauh ini Kota Sukabumi sudah sangat baik,” tutur Asep.
Sementara itu, koordinator pengawas UNBK SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, Kartiwan mengatakan, di hari pertama ini juga berjalan dengan lancar. Untuk tahun ini, peserta UNBK dari SMKN 2 Kota Sukabumi sebanyak 413 pelajar. “Tahun ini kita menerima tiga sekolah yang ikut bergabung. 33 pelajar dari SMK PGRI 2, 6 pelajar dari SMK IT Madani dan 5 peserta dari SMK Amal Islami,” imbuhnya.
Menurut Kartiwan, para peserta bergabung lantaran fasilitas di sekolahnya belum memadai, serta jumlah siswanya masih sedikit. Sehingga bergabung dengan sekolah yang paling terdekat dan memiliki fasilitas lengkap seperti di SMKN 2 Kota Sukabumi. Dikatakannya, jadwal pelaksanaan UNBK dibagi menjadi 3 sesi. Untuk setiap sesinya diberi waktu 120 menit untuk pengerjaan soal.
“Kita ada 4 kelas, sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.30 WIB, sesi ke dua mulai pukul 11.00-13.00 WIB dan sesi ke tiga mulai pukul 14.00 -16.00 WIB,” jelasnya.
Masing-masing kelas diawas oleh dua orang guru. Selain itu, pihaknya juga menambahkan fasilitas CCTV yang disimpan ruang pengawas agar para pengawas bisa memantau langsung siswanya melalui CCTV. UNBK SMK tahun ini, mata pelajaran yang diuji sesuai dengan pelajaran tahun lalu, yakni hari pertama, Senin (2/4) pelajaran Bahasa Indonesia.
Hari kedua Selasa (3/4) Matematika, hari ketiga Rabu (4/4) pelajaran Bahasa Inggris. Sedangkan hari ke empat, Kamis (5/4) teori Kejuruan.
Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Sukabumi, Herinto Wibowo mengngkapkan, pelaksanaan UNBK SMK di Kabupaten Sukabumi berjalan dengan tertib. “Berjalan lancar, semua sekolah di Kabupaten Sukabumi ada 11243 siswa dari 11 SMK negeri dan 139 SMK swasata,” tambahnya.
Sedangkan dihubungi terpisah, Humas PLN Sukabumi, Wiwin menuturkan untuk suksesi pelaksanaan UNBK, pihaknya menyiapkan kehandalan dan memastikan suplai listrik ke seluruh sekilah berjalan dengan baik.
“Sumplai listrik masing-masing wilayah penyulang mendapatkan manuper dari penyulang yang lain supaya tidak terjadi gangguan. Bahkan selama proses berlangsungnya UNBK, PLN menunda pekerjaan pemeliharaan yang memerlukan pemadaman,” bebernya.
Sementara itu, salah satu siswa peserta ujian Ahmad Budiman mengaku sempat merasakan tegang saat melaksanakan ujian pertamanya ini. Namun ia bersyukur bisa mengerjakan ujian dengan lancar.
“Sempet deg-degan juga, takutnya komputernya mati atau koneksi internetnya enggak lancar. Tetapi alhamdulilah tadi lancar-lancar aja,” ujar siswa kelas XII Pemasaran 1 SMKN 2 Kota Sukabumi ini. Selama ujian berlangsung ia harus menjawab soal Bahasa Indonesia sebanyak 50 soal. (cr15/wdy/e)





