SUKABUMI — Peredaran uang palsu di kawasan Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, semakin meresahkan. Para pedagang kaki lima (PKL) menjadi sasaran utama praktik ilegal ini, dengan modus yang licik dan kerugian yang terus berulang.
Salah satu korban, Juli (52), pedagang kopi dan minuman ringan, mengaku telah mengalami kerugian ratusan ribu rupiah akibat menerima uang palsu dari pembeli yang berpura-pura menjadi pelanggan.
“Minggu lalu saya kena Rp100 ribu, hari ini juga sama. Baru sadar saat menghitung hasil jualan malam hari,” ujar Juli saat ditemui wartawan, Selasa (22/7).
Juli menuturkan, selama dua tahun terakhir dirinya telah kehilangan sekitar Rp800 ribu akibat kejadian serupa. Pelaku biasanya membeli produk dengan uang yang dilipat rapi agar tidak mudah dikenali, memanfaatkan kesibukan pedagang dalam melayani pembeli.
“Saya belum punya alat pendeteksi uang palsu. Modal pas-pasan, jadi belum sanggup beli alatnya,” keluhnya.
Meski belum melaporkan ke pihak berwajib, Juli berharap pemerintah dan aparat kepolisian segera turun tangan untuk menindak pelaku dan menekan peredaran uang palsu. Ia juga menyarankan agar ada program edukasi serta bantuan alat pendeteksi bagi pedagang kecil.






