BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Tiga Mega Proyek di Sukabumi Terancam Mangkrak, Efek Pemindahan Ibu Kota Negara

×

Tiga Mega Proyek di Sukabumi Terancam Mangkrak, Efek Pemindahan Ibu Kota Negara

Sebarkan artikel ini

Sementara untuk pembangunan double track KA Sukabumi-Bogor, baru memasuki wilayah Cigombong-Cicurug. Sedangkan untuk proyek Tol Bocimi, saat ini kontruksi pembangunannya baru masuk pada segment II. Yakni jalur Cigombong-Sundawenang Parungkuda.

“Jadi rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan Ibu Kota Indonesia ke Pulau Kalimantan itu, tidak berdampak terhadap mega proyek yang ada di Sukabumi. Buktinya, saat ini semua proyek yang anggarannya bersember dari APBN itu, masih terus berjalan dalam proses pembangunannya,” jelas.

Bank bjb Tandamata

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk proyek double track KA Sukabumi-Bogor, ditargetkan pembangunannya harus rampung pada 2021 mendatang. Saat ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi tengah fokus pada pendataan wilayah Cicurug Parungkuda untuk pengadaan lahan proyek double track tersebut.

“Proses pembangunan double track dengan panjang sekitar 57 kilometer ini, akan dibagi menjadi tiga segment. Yakni segment I pembangunan jalur Cigombong-Cicurug, segmen II jalur Cicurug-Parungkuda dan segment III jalur Cisaat-Sukabumi,” timpalnya.

Saat ini, Dinas Perhubungan tengah melakukan pendataan lahan untuk pembangunan double track di jalur Cicurug-Parungkuda. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengadaan lahan di jalur Cisaat-Sukabumi pada 2020. “Untuk proses pembangunan, kami baru sampai segment Cigombong-Cicurug dengan panjang track sekitar 7,5 kilomter,” bebernya.

Sementara untuk proyek Tol Bocimi yang panjang track nya sekitar 54 kilometer tersebut, untuk kontruksi pembangunannya baru masuk pada segemnt II. Yakni, Cigombong-Sudawenang. Sedangkan untuk segment III dan segment Iv, baru masuk pada proses pembebasan lahan.

“Ya kalau pembebasan lahan untuk proyek Tol Bocimi sudah hampir selesai sampai wilayah Cianjur dan tidak mendapatkan kendala apapun. Jadi saya tegaskan, tidak berdampak buruk terhadap mega proyek di Sukabumi. Sebab, semua proyek nasional yang ada di Sukabumi sudah ada penloknya. Bahkan, sekarang sudah masuk pada proses pembangunan,” pungkasnya.(den/t)